R_Semeru.com I Pematang Sianta - Mahasiswa Universitas Simalungun melakukan Kegiatan dalam rangka Membatu masyarakat atas keluhan tidak adanya Kenyamanan,Keamanan,Keselamatan, warga kesulitan didalam melaksanakan aktitifitas pertanian dikarenakan akses jalan tidak ada.
Masyarakat mengeluhkan susahnya saat beraktifitas ke lokasi pertanian dan perkebunan tidak ada akses jalan yang bisa di lewati mobil bahkan untuk minimal sepeda motorpun sangat sulit. Dan pada saat panen raya para petani mengalami kesulitan mengangkut hasil panen dengan cepat, akhirnya petani mengeluarkan lagi biaya angkut lebih besar.
Akses jalan yang harus cepat di bangun pemerintah daerah adalah jalan khususnya di tiga kelurahan Balata Bawang dan Balata Satu, Kecamatan Jorlang Hataran menuju ke lahan pertanian Lumbandolok.
Kegiatan Riset tersebut dilaksanakan di Universitas Simalungun, pada Senin (12-01-2026).
Hadir di acara itu, Dekan Pertanian kota Pematang Sianta, Provinsi Sumatra utara Dr. Roeskani Sinaga, SP., M.Si
Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan Riset dan Penelitian dampak kerugian para petani disebabkan tidak adanya akses infrastruktur jalan menuju lahan pertanian dan perkebunan Lumbandolok milik warga.
"Kita melihat ada lahan sawah milik warga kurang lebih 150 hektar, yang tidak ada akses jalan menuju ke lahan sawah, pemerintah daerah harus memperhatikan masalah ini. Sebab jalan ini sangat dibutuhkan para petani untuk memudahkan aktifitas menujuh sawah mereka," tegas Josua Situmorang seorang tokoh setempat.
Masyarakat betul betul berharap pada pemerintah daerah agar secepatnya dibangun jalan ke pertanian Bah Hilang dan Lubandolok, Kecamatan Jorlang Hataran dan sekitarnya, agar para petani saat penggarap sawah dan mengangkut hasil pertanian tersebut muda dan lancar.
Reporter : marpaung
