-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Operasi Pasar: Pemkab Lumajang Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi saat Ramadan dan Jelang Hari Raya Idulfitri

Tuesday, 24 February 2026 | 23:15 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T16:25:56Z

 


R_Semeru.com I Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat strategi pengendalian inflasi saat Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 guna menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi.


Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) di Hall Ranu Kumbolo Hotel Aston Inn Lumajang, Senin (23/2/2026).


Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa periode Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti lonjakan permintaan bahan pokok, yang berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.


“Stabilitas harga adalah bagian dari perlindungan sosial. Ketika harga terkendali, masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar dengan lebih tenang,” ujarnya.


Melalui TPID, pemerintah daerah memperkuat pemantauan harga harian pada komoditas strategis seperti beras, cabai, minyak goreng, gula, telur, dan daging. Pengawasan dilakukan hingga tingkat pasar tradisional untuk memastikan kondisi riil di lapangan.


Selain pemantauan, penguatan pasokan menjadi fokus utama melalui koordinasi dengan distributor, produsen, serta daerah pemasok guna menjamin ketersediaan barang tetap aman.


Kelancaran distribusi juga menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi hambatan logistik yang dapat memicu kelangkaan dan gejolak harga di tingkat konsumen.


“Kita tidak hanya memantau harga, tetapi memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar. Pengendalian inflasi harus dilakukan dari hulu hingga hilir,” tegasnya.


Pemkab Lumajang juga menyiapkan langkah intervensi berupa operasi pasar dan pasar murah apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan, sebagai upaya menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.


Di sisi lain, penguatan komunikasi publik dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi harga yang transparan sekaligus terhindar dari kepanikan belanja yang berpotensi memperparah tekanan inflasi.


Menurut Bunda Indah, pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idulfitri bukan sekadar menjaga angka statistik, tetapi memastikan stabilitas sosial dan ketahanan ekonomi rumah tangga.


Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, Pemkab Lumajang optimistis tekanan inflasi musiman dapat dikelola secara efektif sehingga masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi.

Sumber   : pendim 0821

Reporter : Ega 

×
Berita Terbaru Update