R-Semeru.com | Kraksaan — Suasana haru, khidmat, dan penuh makna menyelimuti pelaksanaan Tasyakkuran Akhirussanah dan Pelepasan Kelulusan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 di MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut menjadi momentum emosional yang tak hanya menandai berakhirnya perjalanan pendidikan para siswa, tetapi juga menjadi ruang refleksi perjuangan, pengorbanan, dan doa yang telah mengiringi langkah mereka selama menempuh pendidikan di madrasah.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh nuansa religius sejak awal hingga akhir. Dipandu oleh dua pembawa acara, Arin Salsabila dan Dwi Nofita Abdi Kaila, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dimas Wiransa beserta terjemahan yang dibawakan Maulana Ainul Yaqin. Lantunan ayat-ayat suci yang menggema di ruangan menghadirkan suasana syahdu dan menyejukkan hati para hadirin.
Nuansa nasionalisme turut menguat saat seluruh peserta berdiri khidmat menyanyikan Mars Indonesia Raya yang dipandu Friska Putri Nurcahyuni. Semangat cinta tanah air berpadu harmonis dengan nilai-nilai religius yang menjadi ciri khas pendidikan madrasah.
Sambutan atas nama Ketua Komite Madrasah yang disampaikan Gus Hamim Wajdi, ST., MM menjadi pengingat pentingnya sinergi antara madrasah dan wali murid dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.
Kemeriahan sekaligus kebanggaan tampak dalam penampilan tiga bahasa yang dibawakan para siswi terbaik MAPTIA. Maharani Harirotus Sya'bani tampil membawakan Bahasa Inggris, Amandatus Sholeha Hafsawati dengan Bahasa Arab, serta Reni Nuralida dengan Bahasa Indonesia. Penampilan tersebut menjadi simbol keberhasilan madrasah dalam membangun generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan global.
Suasana semakin hidup ketika Maulidi Nuril Samiroh menyampaikan khitobah Bahasa Arab dengan penuh percaya diri, disusul speech Bahasa Inggris oleh Friska Putri Nurcahyuni yang memukau para hadirin. Tepuk tangan berkali-kali menggema sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan keberanian siswa tampil di hadapan publik.
Puncak haru terjadi saat pemutaran video kesan dan pesan siswa kelas XII yang diiringi pembacaan puisi oleh Indah Suci Ramadhani. Banyak wali murid, guru, dan siswa tampak meneteskan air mata saat kenangan perjalanan selama belajar di madrasah diputar kembali dalam layar kebersamaan. Momen tersebut menjadi saksi betapa kuatnya ikatan emosional yang terbangun di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya, Ustadz Shaleh, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan agar senantiasa menjaga akhlak, semangat belajar, dan nama baik almamater di manapun berada.
“Kelulusan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Jadilah generasi yang berilmu, beradab, dan mampu membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pesannya penuh haru.
Sementara itu, sambutan perwakilan wali murid yang disampaikan oleh Ibunda Lailatul Mukarromah turut menambah suasana emosional. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh dewan guru dan keluarga besar madrasah yang telah mendidik putra-putri mereka dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Momentum paling sakral dalam kegiatan tersebut adalah prosesi Tasyakkuran Akhirussanah dan Pelepasan Kelulusan. Diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh Kak Totok selaku Bina Pramuka, dilanjutkan pemberian kalung cinderamata tasyakkuran dan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) kepada seluruh siswa kelas XII oleh Ketua Yayasan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengarahan, pencerahan, sekaligus doa oleh Ny. Hj. Mahtumah, SH., M.HI. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh lulusan untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah berhenti menuntut ilmu.
Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih, wali murid dan siswa MAPTIA juga menyerahkan cinderamata kepada Kepala Madrasah dan wali kelas XII. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat, penuh cinta, dan sarat akan makna kebersamaan.
Pelaksanaan Tasyakkuran Akhirussanah Kelas XII MAPTIA Tahun Ajaran 2025/2026 bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan peristiwa penuh nilai yang akan selalu membekas dalam ingatan seluruh keluarga besar madrasah. Dari ruang sederhana itu, lahir harapan besar akan hadirnya generasi madrasah yang tangguh, cerdas, berakhlakul karimah, dan siap menebar cahaya kebaikan di tengah masyarakat.
Reporter : SS
Kontributor : Kamad
Editor : OPM
