R_Semeru.com | Probolinggo - Potensi lokal dari 7 RW Kelurahan Kademangan tumplek blek di Demang Fair, Minggu (21/6). Masyarakat pun nampak begitu setia menanti rombongan pawai yang melewati Jalan Brantas. Uniknya, sapi kerapan dan kambing ikut memeriahkan barisan peserta.
Begitu tiba di start Demang Fair Jalan Arjuna, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bersama Ketua TP PKK Dokter Evariani dan Sekda Budiono Wirawan beserta istri, meninjau stan UMKM. Di sana, mayoritas produk yang dijual sudah habis dibeli. Wali kota pun bersyukur dengan larisnya dagangan makanan, minuman hingga sayuran segar itu.
Kontingen pertama, Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) Kademangan. Sebuah wadah kolaborasi penyandang disabilitas, keluarga, kader dan masyarakat mewujudkan kampung inklusi yang ramah bagi semua. Dengan semangat kebersamaan, KDK terus mendorong terwujudnya masyarakat yang setara, berdaya dan bebas dari diskriminasi.
Berikutnya peserta pawai dari RW 6 yang menampilkan tema budaya tradisional dengan mengangkat semangat Bhineka Tunggal Ika. Pesan yang disiratkan adalah menjaga, melestarikan serta mengembangkan budaya tradisional untuk mempererat tali persaudaraan
Dilanjutkan tampilan RW 3 bertema pertanian kearifan lokal. Menggambarkan semangat penari mengekspresikan aktivitas para petani seperti mencangkul, membajak sawah dan menggembala sapi. Gelora swarnabhumi ini merupakan rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi di Kademangan.
Senada dengan RW sebelumnya, RW 7 punya tema yang sama tetapi diberi judul Dari Sawah untuk Indonesia. Melalui penampilan ini diharapkan masyarakat semakin menghargai peran petani sebagai pahlawan yang menjaga keberlangsungan pangan bangsa.
Tema budaya tradisional juga diambil oleh RW 1. Tampilan modern inovatif ini memadukan busana daun, ogoh-ogoh dan tari tradisi sebagai wujud harmonisasi dan kreativitas modern. Kolaborasi ini menunjukan semangat berinovasi tanpa melupakan akar budaya sebagai identitas bangsa.
Berbeda dengan RW lain, RW 2 mengangkat tema UMKM kreatif yaitu Batik Demang, sebuah mahakarya bersatunya tradisi dan inovasi. Pengrajin lokal Kelurahan Kademangan menjadi bukti nyata penggerak ekonomi rakyat. Ketua TP PKK Dokter Evariani pun kepincut dengan salah satu kain batik dan langsung membeli batik berwarna kebiruan tersebut.
Nah, RW 4 juga punya produk UMKM yang dipamerkan yaitu tempe dan krupuk yang merknya dikenal di masyarakat Probolinggo. Mereka pun membagi-bagikan tempe dan krupuk kepada tamu undangan serta penonton di jalan. Pelaku UMKM bersemangat mengembangan potensi daerah melalui kreativitas dan inovasi.
Peserta terakhir, ada kontingen RW 5 yang mengangkat budaya lokal bertajuk Sepeni Kompak, Menyala Bersama. Mengisahkan warga Blok Sepeni RW 5 dalam melestarikan tradisi kerapan sapi, cara merawat sapi terbaik mereka dengan penuh kasih sayang.
“Bukan main semangatnya untuk mengembangkan Kademangan dalam Demang Fair. Ini merupakan suatu acara yang masuk kalender event yang ada di Kota Probolinggo. Semangat ini mari kita galakkan dalam rangka Kademangan Berhias yang merupakan terjemahan dari Probolinggo Bersolek,” kata Wali Kota Dokter Aminuddin.
Event Demang Fair ini, melambangkan budaya lokal naik kelas dan Kademangan menjadi salah satu bagian yang memberi nilai positif bagi pembangunan Kota Probolinggo. “Mudah-mudahan kegiatan ini akan berlangsung terus hingga tahun-tahun berikutnya,” imbuh wali kota.
Sementara itu, Lurah Kademangan Mohammad Hariri mengatakan, Demang Fair dengan tema Kebersolekan Kreativitas Dalam Harmoni Potensi Kademangan Tangguh, selaras dengan visi misi wali kota dan wawali Kota Probolinggo.
“Kami ingin mengerakkan swadaya masyarakat dalam menggali dan menemukan potensi di wilayah Kelurahan Kademangan. Sekaligus menggiatkan kembali ekonomi kreatif berbasis masyarakat yang menyentuh potensi lokal,” ujar Hariri.
Reporter: Agus

