-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kisah LB Moerdani Menolak Menikah dengan Putri Soekarno dan Memilih Meminang Pramugari

Tuesday, 2 June 2026 | 15:37 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-02T08:37:33Z

 .


R_Semeru.com | Jakarta - Nama Leonardus Benyamin Moerdani atau yang lebih dikenal sebagai Benny Moerdani, merupakan salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern. Di era Orde Baru, sosoknya dikenal sangat kuat, disegani, sekaligus penuh misteri karena kiprahnya yang begitu dekat dengan dunia intelijen dan operasi rahasia militer.


Sebagai perwira dari Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Benny dikenal memiliki keberanian luar biasa di medan operasi. Ia termasuk sedikit prajurit yang berhasil meraih penghargaan Bintang Sakti atas jasanya dalam Operasi Trikora, operasi militer besar yang bertujuan membebaskan Irian Barat dan mengembalikannya ke pangkuan Indonesia.


Untuk memperoleh Bintang Sakti bukan perkara mudah. Seorang prajurit harus menunjukkan keberanian di atas panggilan tugas, tidak pernah menyerah dalam pertempuran, serta mampu bertahan tanpa tertangkap musuh. Penghargaan itu menjadi simbol ketangguhan sekaligus pengakuan atas dedikasi Benny kepada negara.


Di balik karier militernya yang gemilang, tersimpan kisah unik yang jarang diketahui publik. Dalam buku Benny, Tragedi Seorang Loyalis, diceritakan bahwa suatu hari Benny dipanggil langsung oleh Soekarno ke Istana Negara setelah berhasil meredam bentrokan antara prajurit KKO Angkatan Laut dan RPKAD.


Saat itu, Soekarno ingin Benny bergabung dengan Pasukan Cakrabirawa, pasukan pengawal presiden yang menjadi cikal bakal Paspampres. Namun secara mengejutkan, Benny menolak tawaran tersebut.


Dengan tenang ia berkata kepada Bung Karno:


> “Bapak Presiden, saya ingin jadi tentara betulan," tegas LB Moerdani. 


Jawaban itu sempat membuat Soekarno tersinggung. Namun Benny menjelaskan bahwa dirinya ingin menjadi komandan pasukan tempur di lapangan, bukan sekadar pengawal presiden. Keteguhan sikap Benny perlahan membuat Soekarno memahami idealisme sang perwira muda.


Tak berhenti sampai di situ, Bung Karno kemudian mengungkapkan keinginannya agar salah satu putrinya menikah dengan seorang prajurit seperti Benny Moerdani. Saat itu, Soekarno memiliki tiga putri, yakni Megawati Soekarnoputri, Rachmawati, dan Sukmawati.


Namun harapan Bung Karno tersebut kandas. Benny secara halus menolak karena dirinya ternyata telah memiliki seorang tunangan bernama Hartini, mantan pramugari Garuda Indonesia yang telah dipacarinya selama tujuh tahun.


Kisah cinta Benny dan Hartini justru membuat Soekarno tersentuh. Bung Karno bahkan akhirnya mendukung hubungan mereka dan berjanji akan menggelar pesta pernikahan keduanya di Istana Bogor.


Janji itu benar-benar ditepati. Pada 12 Desember 1964, Benny Moerdani dan Hartini resmi menikah di Kantor Catatan Sipil, lalu melangsungkan resepsi sederhana namun bersejarah di Istana Bogor atas perintah langsung Presiden Soekarno.


Pernikahan tersebut berlangsung hangat dan sederhana. Hanya sekitar 30 tamu undangan yang hadir, termasuk Panglima Angkatan Darat saat itu, Letjen TNI Achmad Yani. Meski digelar di istana, kehidupan Benny dan Hartini tetap jauh dari kemewahan.


Bahkan setelah acara di Istana Bogor selesai, Benny sempat kebingungan karena tidak memiliki cukup uang untuk mengadakan pesta tambahan bagi teman-temannya. Dengan bantuan sahabatnya, dr. Joseph Halim, Benny akhirnya bisa meminjam Gedung Panti Perwira TNI AL di Jalan Prapatan, Jakarta, untuk mengadakan syukuran sederhana.


Kisah Benny Moerdani bukan sekadar cerita tentang seorang jenderal besar. Ia adalah potret prajurit yang memegang teguh idealisme, kesederhanaan, dan kesetiaan. Di tengah kekuasaan dan kedekatannya dengan lingkaran elite negara, Benny tetap memilih jalan hidup yang diyakininya sendiri, termasuk dalam urusan cinta dan pernikahan.


Kontributor: Hagia Sofia

Sumber      : okezone.com

×
Berita Terbaru Update