R_SEMERU, COM | Jakarta - Markas Polda Metro Jaya diperketat pengamanannya dengan menyiagakan pasukan Brimob bersenjata lengkap dan kendaraan taktis (rantis) pada Kamis pagi, 9 Juli 2026.
Kronologi dan Latar Belakang Peristiwa
Penggeledahan Skala Besar: Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri sebelumnya menggeledah 12 lokasi strategis terkait penyidikan kasus dugaan korupsi, suap, dan TPPU pada sektor komoditas batu bara, PT Asabri (Persero), serta Krakatau Steel. Salah satu lokasi yang digeledah adalah kafe dan rumah milik pejabat Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.
Kedatangan Personel TNI: Pascapenggeledahan tersebut, sekitar 50 pria diduga prajurit TNI mendatangi Mapolda Metro Jaya pada Kamis dini hari. Beberapa sumber menyebutkan kedatangan tersebut bertujuan menjemput saksi sipil yang sedang ditahan oleh pihak kepolisian. Namun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, membantah adanya isu intervensi dari pihak TNI terkait penegakan hukum tersebut.
Penyanderaan Keamanan oleh Brimob: Guna mengamankan area vital kepolisian dari potensi gangguan dan memastikan penyidikan berjalan kondusif, pasukan Brimob bersenjata lengkap dikerahkan untuk menjaga titik masuk utama dari arah SCBD hingga area Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya.
Dampak dan Situasi Terkini di Lokasi
Pemeriksaan Akses Masuk: Setiap pejalan kaki dan pengendara yang hendak memasuki wilayah Mapolda Metro Jaya diwajibkan menunjukkan kartu identitas resmi dan menjelaskan keperluannya kepada petugas jaga.
Pelayanan Publik Tetap Normal: Meskipun rantis disiagakan dan pengamanan berlapis diterapkan, pihak kepolisian memastikan pelayanan publik serta aktivitas administrasi masyarakat tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Source dari berbagai sumber
Kontributor: hagia sofia
