-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PRABOWO BAGI TUGAS TANGANI KARHUTLA KALIMANTAN, STAF KHUSUS HAJI ISAM DAPAT MANDAT UNTUK KALSEL

Sunday, 23 August 2026 | 18:28 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T11:28:04Z

 


R_Semeru.com | Kalselb- Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Telepon dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin masuk ke genggaman Andi Syamsuddin Arsyad — pengusaha asal Kalimantan Selatan yang kini menjabat Staf Khusus Presiden, lebih dikenal dengan nama Haji Isam. Pesannya singkat dan mendesak: Presiden Prabowo memberikan mandat kepadanya untuk memimpin koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.


Tidak butuh waktu lama. Pukul 12.45 WITA, Haji Isam sudah berada di bandara, terbang menuju Banjarmasin menggunakan pesawat pribadi. Setibanya di Lanud Syamsudin Noor, ia langsung menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda Kalimantan Selatan — TNI, Polri, dan instansi terkait — bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali yang turut hadir dalam rapat.


Salah satu strategi yang dibahas dalam rapat itu adalah teknik pemadaman yang sangat spesifik untuk kondisi lahan gambut: penyambungan selang pemadam secara berantai agar air bisa menjangkau titik api yang tidak bisa dicapai oleh kendaraan berat — masalah klasik dalam pemadaman karhutla gambut yang selama ini menjadi hambatan paling banyak dikeluhkan petugas lapangan. Setelah rapat, rombongan langsung bergerak menuju Guntung Damar, Kota Banjarbaru, untuk meninjau dan memimpin langsung pemadaman di lapangan.


Penugasan Haji Isam di Kalsel adalah bagian dari pembagian tugas yang ditetapkan Presiden Prabowo untuk menangani karhutla di empat provinsi sekaligus. Kalimantan Barat ditangani langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Kapolri. Kalimantan Tengah menjadi tanggung jawab KSAD dan Wakapolri. Kalimantan Timur ditangani Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri. Sementara Prabowo sendiri terbang langsung ke Kalimantan pada hari yang sama untuk memimpin koordinasi penanganan secara keseluruhan.


Di balik keputusan menugaskan seorang pengusaha sebagai koordinator penanganan bencana, ada konteks yang tidak bisa diabaikan: Haji Isam adalah salah satu konglomerat terbesar Kalimantan, pemilik Jhonlin Group yang bisnisnya mencakup batubara, biodiesel, transportasi, dan infrastruktur. Ia memiliki jaringan, sumber daya logistik, dan pengaruh di daerah yang sulit ditandingi oleh birokrat mana pun yang datang dari Jakarta. Untuk penanganan darurat yang membutuhkan kecepatan, fleksibilitas, dan dukungan lokal yang kuat, pilihan itu memiliki logikanya sendiri — meski tentu saja menimbulkan pertanyaan tentang batas antara peran negara dan peran pengusaha dalam penanganan bencana publik.


#KarhutlaKalsel #HajiIsam #KarhutlaKalimantan #BencanaLingkungan #DasarDesusCerdas


Reporter: titis & tim

×
Berita Terbaru Update