-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Raker Pembangunan Kependudukan Kabupaten Probolinggo: Menyatukan Data, Menguatkan Kolaborasi, Menyiapkan Generasi Menuju 2045

Wednesday, 9 September 2026 | 17:11 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T10:11:40Z

 


R_SEMERU.COM | PROBOLINGGO — Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai memetakan langkah strategis untuk menghadapi transisi demografi besar menuju Indonesia Emas 2045. Melalui Rapat Kerja Pembangunan Kependudukan yang digelar di Auditorium DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo, Rabu (9/9/2026), pemerintah daerah resmi meluncurkan kerangka kerja jangka panjang untuk memaksimalkan potensi bonus demografi sekaligus mengantisipasi lonjakan populasi lanjut usia (ageing society).


​Kabupaten Probolinggo saat ini mencatat sebanyak 69,4 persen penduduk berada pada usia produktif (15–64 tahun). Namun, tantangan besar membayangi potensi tersebut.



Proyeksi kependudukan menunjukkan proporsi warga lanjut usia di wilayah ini diperkirakan melonjak tajam dari 7,2 persen pada 2025 menjadi 17,46 persen pada 2045.


​Penyusun Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Probolinggo 2025–2045, Gus Hamim Wajdi, menegaskan bahwa bonus demografi tidak boleh terbuang sia-sia tanpa adanya investasi yang kuat pada kualitas sumber daya manusia.

​"GDPK menjadi peta jalan bagaimana kita menyiapkan penduduk Kabupaten Probolinggo agar berkualitas, produktif, dan memiliki ketahanan keluarga. Pembangunan kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga pemberdayaan lansia harus dipikirkan dari sekarang sebelum struktur penduduk bergeser," tegas Hamim.


​Pekerjaan Rumah di Sektor Pendidikan dan Ekonomi


​Dokumen perencanaan tersebut membeberkan sejumlah pekerjaan rumah mendasar yang masih dihadapi daerah. Di bidang pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Probolinggo saat ini masih berkisar di angka 6,31 hingga 6,43 tahun, dengan Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 16–18 tahun yang baru menyentuh 57,03 persen.



​Di sektor ekonomi, angka kemiskinan daerah tercatat sebesar 16,31 persen dengan dominasi pekerja di sektor informal yang mencapai 72,11 persen. Selain itu, Angka Kelahiran Remaja (ASFR) usia 15–19 tahun dinilai masih tergolong tinggi, yakni di angka 52,0 pada tahun 2024.


​Guna meredam persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyiapkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 berbasis data terpadu (Matriks Problem, Strategy, Result, Indicator). Sejumlah perbaikan indikator pun mulai menunjukkan tren positif, di antaranya peningkatan kepesertaan KB modern yang mencapai 80,7 persen serta cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mendakati angka sempurna di 98,16 persen.


​Target Ambisius Menuju 2045


​Melalui kolaborasi lintas sektor dan harmonisasi data antara BPS serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Probolinggo memasang target pembangunan jangka panjang yang cukup ambisius pada tahun 2045: 

Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Target 79,20

Rata-rata Lama Sekolah (RLS): Target 12,46 tahun

Usia Harapan Hidup (UHH): Target 80,50 tahun

Prevalensi Stunting: Turun hingga 5,76 persen

Layanan Kependudukan dan JKN: Tercover 100 persen secara digital dan merata


​Langkah terintegrasi ini diharapkan dapat mentransformasi data kependudukan menjadi kebijakan aksi nyata, sekaligus memastikan kesiapan daerah dalam mencetak generasi emas yang kompetitif dan berketahanan sosial.



Reporter: SS

Editor     : Kabiro Kab/Kota Probolinggo

×
Berita Terbaru Update