-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

AKSES HORMUZ DIBUKA UNTUK 6 NEGARA, APAKAH ADA NAMA INDONESIA??

Thursday, 26 March 2026 | 16:35 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T09:35:30Z

 


R_Semeru.com I Teheran - Iran mengungkap kebijakan selektif terkait akses pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi urat nadi distribusi energi global. Dalam pernyataan terbarunya, Teheran menegaskan bahwa selat tersebut tidak sepenuhnya ditutup, melainkan hanya dibatasi bagi negara-negara tertentu yang dianggap tidak bersahabat. Kebijakan ini secara langsung menyasar Amerika Serikat dan sekutunya, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan kepentingan strategis di kawasan.


Sejumlah negara seperti China, India, Pakistan, dan Turki disebut tetap dapat melintasi Selat Hormuz, sementara beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Italia masih dalam tahap negosiasi. Di sisi lain, Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang mendapat akses khusus, sebuah fakta yang memunculkan tanda tanya terkait posisi diplomatik Jakarta di tengah dinamika konflik global yang semakin kompleks. Absennya Indonesia juga berdampak pada kepentingan energi nasional, mengingat ketergantungan terhadap jalur distribusi minyak mentah dari kawasan tersebut.


Pengamat menilai langkah Iran ini bukan semata kebijakan keamanan, melainkan strategi geopolitik untuk menekan Barat sekaligus memperkuat aliansi dengan negara-negara yang dianggap netral atau tidak terlibat langsung dalam konflik. Dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz, setiap kebijakan pembatasan berpotensi memicu lonjakan harga energi global serta gangguan rantai pasok internasional.


Di tengah situasi yang terus berkembang, posisi Indonesia menjadi krusial untuk dicermati. Sebagai negara dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak masuknya Indonesia dalam daftar negara yang diizinkan melintas dapat menjadi sinyal perlunya langkah diplomasi yang lebih adaptif. Pemerintah dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mempertahankan keseimbangan hubungan internasional di tengah rivalitas kekuatan besar yang kian terbuka.


Courtesy of berbagai sumber.

Kontributor: Hagia Sofia

×
Berita Terbaru Update