-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

China Town Hadir di Kota Probolinggo, Destinasi Wisata Budaya dan Kuliner Simbol Perekat Toleransi Beragama

Sunday, 17 May 2026 | 15:33 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-17T08:33:36Z

 


R_Semeru.com | Probolinggo - Suasana malam hari di halaman Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga dipenuhi masyarakat yang antusias menghadiri pembukaan China Town (Pecinan). Ini sebuah destinasi wisata budaya sekaligus kuliner baru di Kota Probolinggo.(sabtu 17/5/2026) 


China Town hadir mengusung semangat keberagaman. Tidak hanya menyajikan nuansa budaya Tionghoa, kawasan tersebut juga diramaikan berbagai tenan UMKM yang menawarkan aneka olahan kuliner makanan.


Euforia masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati klenteng berusia lebih dari 150 tahun itu. Tidak hanya etnis Tionghoa, warga sekitar dari berbagai latar belakang agama dan budaya juga turut membaur menikmati serta memeriahkan acara di tempat ibadat yang terletak di wilayah Kelurahan Mangunharjo tersebut.


Ketua II TITD Sumber Naga sekaligus panitia kegiatan, Erfan Sutjianto menyampaikan, China Town direncanakan digelar rutin dua kali setiap bulan dengan menghadirkan beragam hiburan budaya lokal. “Kami menggandeng hiburan lokal daerah seperti Tari Jaranan, campursari, hingga wayang yang nantinya akan mengisi China Town ini. Jadi tidak hanya budaya Tionghoa saja yang ditampilkan,” ujar Erfan.


Ia menegaskan, ingin menjadikan China Town sebagai simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Probolinggo. “Kalau biasanya Pecinan identik hanya dengan budaya Tionghoa, kami tidak ingin seperti itu. Saya tidak mau ada kesan bahwa ini hanya acara orang Kelenteng, justru kami ingin menumbuhkan dan memupuk rasa toleransi antarumat beragama yang selama ini sangat kuat dan kental di Kota Probolinggo,” tambahnya.


Menurutnya, semangat kolaborasi juga terlihat dari keterlibatan para pelaku UMKM yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan komunitas. “Ada Islam, Kristen, Hindu dan lainnya. Semua berkumpul dan berkolaborasi bersama dalam keharmonisan dan keguyuban. Inilah yang ingin kami ciptakan agar Kota Probolinggo selalu rukun dan damai membaur jadi satu. Disini kami tidak berbicara suku ras maupun agama hanya ingin guyub rukun damai inilah yang ingin saya jaga,” tegas Erfan.


Wali Kota Aminuddin yang menghadiri undangan Pembukaan China Town itu, didampingi Ketua TP PKK Evariani. Turut hadir pula Camat Mayangan Agus Dwiwantoro, Ketua TP PKK Kecamatan Mayangan Sri Lestari serta Lurah Wiroborang Ikromi Wida Utama.


“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pengurus TITD Sumber Naga dan seluruh pihak yang terlibat. China Town ini menjadi destinasi hiburan baru bagi masyarakat Kota Probolinggo sekaligus wadah mempererat persatuan dalam keberagaman,” kata Dokter Aminuddin.


Ia berharap keberadaan China Town dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, tentu roda perekonomian masyarakat juga akan bergerak dan meningkat. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata budaya di Kota Probolinggo,” imbuhnya.


Kemeriahan acara semakin terasa saat masyarakat disuguhkan hiburan tarian tradisional Bantengan dari Sanggar Satrio Putro Kalijogo dari RW 06/RT01 Kelurahan Jati, Kota Probolinggo. Di bulan ini, kegiatan bazar UMKM China Town berlangsung dua hari, hingga Minggu (17/5). Agenda selanjutnya bakal diselenggarakan 14 Juni 2026 mendatang.


Reporter: Ag

×
Berita Terbaru Update