-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ketua Komisi B DPRD Lumajang: Pembangunan Infrastruktur Inklusif menjadi Bagian Penting dalam Menciptakan Aksesibilitas yang Setara Bagi Penyandang Disabilitas

Thursday, 7 May 2026 | 22:15 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-07T15:15:12Z

 


R_Semeru.com | Lumajang - Upaya mewujudkan masyarakat inklusif di Kabupaten Lumajang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian aktif dalam pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan sosial.


Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Inklusi yang digelar Forum Lumajang Inklusi (FORMASI) melalui program Rubrik Jelajah Informasi dan Berita (JELITA) di LPPL Radio Suara Lumajang 104.1 FM, Kamis (7/5/2026).


Mengangkat tema “Atensi Ketenagakerjaan, Usaha dan Infrastruktur Inklusif bagi Penyandang Disabilitas”, dialog ini menghadirkan unsur pemerintah, DPRD, dunia usaha, koperasi, hingga organisasi disabilitas sebagai bentuk penguatan sinergi membangun ekosistem inklusif di Lumajang.


Koordinator FORMASI, Hadi Wasito, menegaskan bahwa inklusi disabilitas tidak cukup dimaknai sebatas menyediakan ruang atau fasilitas fisik, tetapi harus memastikan adanya kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk tumbuh, bekerja, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.


“Inklusi bukan hanya tentang memberi ruang, tetapi memastikan penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mandiri,” ujarnya.


Menurutnya, tantangan terbesar yang masih dihadapi penyandang disabilitas bukan semata keterbatasan fisik, melainkan terbatasnya akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, hingga lingkungan sosial yang adaptif.


Karena itu, pendekatan inklusi perlu diarahkan pada pembangunan sistem yang membuka akses secara nyata, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kebijakan ketenagakerjaan yang lebih terbuka, hingga pembangunan infrastruktur yang ramah disabilitas.


Sementara itu, Staf Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Mukhairi (Erik) menjelaskan bahwa penguatan kapasitas penyandang disabilitas terus dilakukan melalui berbagai pelatihan, salah satunya pelatihan digital marketing yang dilaksanakan secara swadaya sebagai langkah memperluas peluang kerja berbasis keterampilan.


Disamping itu, pelaku usaha sekaligus Owner Graono Group, Erik, menilai penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan etos kerja yang tidak kalah kompetitif apabila diberikan kesempatan yang setara.


“Kami melihat kemampuan kerja, ketekunan, dan semangat belajar. Banyak penyandang disabilitas yang justru memiliki loyalitas dan konsistensi kerja yang baik,” katanya.


Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya perubahan cara pandang dalam dunia kerja, bahwa produktivitas tidak ditentukan oleh kondisi fisik semata, melainkan kemampuan dan komitmen individu.


Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur inklusif menjadi bagian penting dalam menciptakan aksesibilitas yang setara bagi penyandang disabilitas.


Menurutnya, akses terhadap fasilitas publik, transportasi, layanan usaha, hingga ruang kerja harus dirancang agar dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan.


Di sisi lain, Direktur BUMDes Tukum sekaligus Ketua Koperasi Semeru Tani, Imelda, menyampaikan kesiapan untuk membuka ruang kemitraan dan pelatihan usaha bersama penyandang disabilitas sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi.


Sementara, Ketua PPDI Lumajang, Dedi Mardiyanto, berharap dunia kerja semakin mengedepankan pendekatan berbasis kompetensi dan keterampilan sehingga penyandang disabilitas memiliki peluang yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan yang layak.


Dialog inklusi tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkembang.


Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, Lumajang terus mendorong lahirnya ekosistem yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan, sehingga penyandang disabilitas dapat tumbuh sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. 



Reporter: alief

×
Berita Terbaru Update