R.-Semeru.com | Kraksaan - Dalam upaya memperkuat transformasi pendidikan berbasis digital, MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar menggelar rapat dewan guru terkait Persiapan Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap Berbasis CAT (Computer Assisted Test) yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai bertempat di Lantai 2 Kantor MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar.
Rapat yang dihadiri seluruh dewan guru tersebut berlangsung penuh antusias, serius, namun tetap hangat dalam nuansa kebersamaan dan semangat perubahan menuju madrasah digital yang lebih modern, tertib, dan bermartabat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Ustadz Shaleh, S.Pd.I., M.Pd, yang menyampaikan pentingnya kesiapan seluruh guru dalam menghadapi sistem evaluasi pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa perubahan menuju sistem CAT bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan bagian dari ikhtiar madrasah dalam membangun budaya pendidikan yang jujur, disiplin, efektif, dan profesional.
> “Madrasah tidak boleh tertinggal. Dunia pendidikan terus bergerak maju, dan kita harus siap bertransformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak dan keislaman,” tegasnya di hadapan para dewan guru.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi SAS Genap Berbasis CAT Perdana oleh Operator Madrasah yang memaparkan teknis pelaksanaan ujian menggunakan aplikasi CBT (Computer Based Test).
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa sistem CBT yang akan digunakan memiliki sejumlah keunggulan dalam menjaga integritas pelaksanaan ujian. Salah satunya, apabila siswa keluar dari aplikasi ujian, maka siswa diwajibkan masuk kembali menggunakan token baru. Sistem ini dinilai mampu meminimalkan peluang peserta didik membuka internet maupun aplikasi lain selama ujian berlangsung.
Meski demikian, operator juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa kekurangan teknis, di antaranya kemungkinan munculnya pop-up tertentu pada perangkat siswa. Namun demikian, hal tersebut akan terus dievaluasi dan disempurnakan demi menciptakan pelaksanaan ujian yang lebih optimal.
Dalam rapat tersebut juga disepakati ketentuan jumlah soal ujian, yakni:
Mata pelajaran eksak sebanyak 30 soal
Mata pelajaran non-eksak sebanyak 40 soal
Selain itu, dewan guru juga menyepakati bahwa bentuk soal akan terdiri dari tiga jenis soal guna meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran dan kemampuan berpikir siswa.
Sementara itu, untuk pembagian hasil belajar siswa, madrasah tetap menggunakan sistem RDM (Raport Digital Madrasah) sebagai bentuk konsistensi dalam pengelolaan administrasi pendidikan berbasis digital.
Menariknya, dalam upaya menjaga kejujuran dan kedisiplinan selama ujian berlangsung, para pengawas ujian diinstruksikan untuk memantau siswa dari bagian belakang kelas agar potensi kecurangan dapat diminimalisir secara maksimal.
Rapat ini menjadi bukti nyata bahwa MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar terus bergerak maju menghadirkan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan ruh pendidikan Islam yang mengedepankan kejujuran, tanggung jawab, dan akhlakul karimah.
Dengan semangat “Madrasah Digital, Hebat Bermartabat,” pelaksanaan SAS Genap Berbasis CAT perdana ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya sistem evaluasi yang lebih modern, transparan, dan berkualitas demi mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.
Reporter : SS
Kontributor : OPM
Editor : Kabiro Kab/kota Probolinggo
