R-semeru.com | PROBOLINGGO – Ketakutan para petani di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, menjadi kenyataan. Hama wereng coklat dilaporkan menyerang dan menyebar luas ke sejumlah titik persawahan di Desa Sumber Kembar. Wilayah yang terdampak meliputi Dusun Sogaan, Sumberkembar, Alaspandan, hingga Bucor Kulon. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena hama justru menyerang tanaman padi yang sebagian besar sudah mendekati masa panen, sehingga risiko penurunan hasil hingga gagal panen sangat besar.
Muzammil, salah satu perwakilan petani, mengungkapkan kekhawatirannya melihat laju penyebaran hama yang begitu cepat.
"Serangan ini sudah merambah ke mana-mana. Kami cemas sekali, sebab jika dibiarkan, jerih payah kami bertani bisa sia-sia dan hasil panen menurun drastis," ungkapnya, Sabtu (30/5/2026).
Merespons laporan dari Kelompok Tani tertanggal 29 Mei 2026 serta masukan dari Petugas Pengendali Hama wilayah Probolinggo Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo bergerak cepat. Tim teknis diterjunkan langsung ke lokasi, didampingi Koordinator PPL Kecamatan Pakuniran, Nasrul Halim, Koordinator BPP Pakuniran, dan petugas POPT. Mereka turun ke lapangan untuk meninjau kondisi sebenarnya sekaligus mendengarkan keluh kesah para petani.
Hasil pengecekan menunjukkan serangan wereng terjadi secara merata pada tanaman padi yang sudah berumur tua. Sebagai langkah antisipasi ke depan, Nasrul Halim memberikan arahan strategis agar kerugian serupa tidak terulang.
"Ke depannya, gunakan bibit yang toleran terhadap wereng coklat, lakukan pemupukan berimbang, dan terapkan sistem tanam jajar legowo agar tanaman lebih sehat dan kuat menolak hama," pesan Nasrul.
Bukan sekadar memberi saran, penanganan nyata pun segera dijalankan. Pada hari itu juga, penyemprotan pengendalian hama dilakukan secara fokus di wilayah Dusun Krajan, Desa Sumberkembar. Tindakan ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah untuk melindungi hasil bumi dan meringankan beban para petani di tengah tantangan alam yang ada.
Reporter: dyt

