-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bupati Lumajang: Literasi Digital Diperkuat untuk Jaga Kohesi Sosial di Era Disrupsi Informasi

Thursday, 11 June 2026 | 15:02 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-11T08:02:51Z

 


R_Semeru.com | Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan literasi digital sebagai bagian dari infrastruktur resiliensi sosial dan ketahanan publik, yang berperan strategis dalam menjaga stabilitas masyarakat di tengah percepatan disrupsi informasi dan meningkatnya kompleksitas ekosistem media digital.


Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Indonesiagoid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” yang digelar di Graha Nagara Bhakti Kantor BKPSDM Kabupaten Lumajang, Rabu (10/6/2026).


Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah lanskap komunikasi publik secara fundamental, di mana tantangan utama masyarakat tidak lagi terletak pada akses terhadap informasi, melainkan pada kemampuan untuk mengelola, menafsirkan, dan memverifikasi informasi yang beredar secara cepat dan masif.


Ia menilai, meningkatnya disinformasi, manipulasi konten, dan arus informasi yang tidak terverifikasi dapat berdampak langsung terhadap kepercayaan sosial, kohesi masyarakat, serta stabilitas ruang publik apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai.


Dalam perspektif pembangunan daerah, literasi digital diposisikan sebagai kompetensi strategis masyarakat modern, yang mencakup kemampuan membaca konteks informasi, menguji validitas sumber, serta memahami implikasi sosial dari setiap informasi yang dikonsumsi maupun disebarkan.


“Literasi digital adalah fondasi ketahanan sosial modern agar masyarakat tidak menjadi korban disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan kepercayaan publik,” ujarnya.


Lebih lanjut, Pemkab Lumajang mendorong literasi digital sebagai agenda pembangunan sosial jangka panjang yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga struktural, karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat dalam menjaga kualitas ruang publik digital yang sehat, produktif, dan berintegritas.


Melalui penguatan literasi digital berbasis komunitas dan desa, pemerintah daerah berharap tercipta ekosistem informasi yang lebih tangguh terhadap disinformasi, sekaligus memperkuat daya tahan sosial masyarakat dalam menghadapi dinamika transformasi digital yang semakin cepat.



Reporter: egaz

×
Berita Terbaru Update