R-Semeru.com | Maron - Dalam upaya memperkuat budaya kerja yang profesional sekaligus spiritual, MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar kembali menggelar rapat bulanan dewan guru dan tenaga kependidikan dengan konsep Homeeting yang berlangsung di kediaman Ustadz Muhammad Agus Wijaya, S.T., Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Berbeda dari rapat pada umumnya, kegiatan diawali dengan pembacaan Istighotsah dan Tahlil yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Ustadz Shaleh, S.Pd.I., M.Pd. Lantunan doa, dzikir, dan tahlil yang menggema menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon keberkahan, kemudahan, serta petunjuk Allah SWT dalam menjalankan amanah pendidikan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya kerja di madrasah tidak hanya dibangun di atas kecerdasan intelektual dan profesionalisme, tetapi juga diperkuat dengan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi utama dalam setiap langkah perjuangan mendidik generasi bangsa.
Setelah rangkaian doa bersama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama rapat, yakni Evaluasi Kinerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta Strategi Penjaringan PMBM (Penerimaan Murid Baru Madrasah) Gelombang III Tahun Pelajaran 2026/2027.
Evaluasi Bukan Mencari Kesalahan, Tetapi Menemukan Jalan Perbaikan
Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa evaluasi bukanlah forum untuk mencari kelemahan ataupun kesalahan individu, melainkan sarana refleksi bersama guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan secara berkelanjutan.
Menurut beliau, lembaga pendidikan yang besar bukanlah lembaga yang tidak pernah memiliki kekurangan, tetapi lembaga yang memiliki keberanian untuk terus mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan dari waktu ke waktu.
Berbagai aspek menjadi fokus evaluasi, mulai dari kedisiplinan, administrasi pembelajaran, kualitas proses belajar mengajar, pelayanan kepada siswa, pengelolaan program madrasah, hingga kontribusi masing-masing tenaga pendidik dan kependidikan terhadap kemajuan lembaga.
> "Evaluasi adalah cermin bagi lembaga. Melalui evaluasi kita dapat mengetahui apa yang sudah baik untuk dipertahankan dan apa yang masih perlu diperbaiki. Dengan evaluasi, kita tidak berjalan dalam asumsi, tetapi bergerak berdasarkan fakta dan data," tegas Kepala Madrasah.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif. Setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, kendala, serta berbagai gagasan inovatif demi meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
Evaluasi ini diharapkan mampu melahirkan budaya kerja yang lebih disiplin, profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada peserta didik serta masyarakat.
Gelombang III PMBM: Saatnya Bergerak Lebih Cepat dan Lebih Kreatif
Selain evaluasi kinerja, pembahasan yang tidak kalah penting adalah strategi penjaringan calon peserta didik baru. Mengingat PMBM telah memasuki Gelombang III, seluruh dewan guru diajak untuk semakin aktif mengambil peran dalam mempromosikan madrasah kepada masyarakat.
Dalam forum tersebut dibahas berbagai strategi yang lebih inovatif, mulai dari penguatan promosi digital melalui media sosial, optimalisasi jaringan alumni, pendekatan kepada tokoh masyarakat, hingga penguatan branding madrasah melalui berbagai program unggulan yang telah dimiliki.
Kepala Madrasah menekankan bahwa keberhasilan PMBM bukan hanya tanggung jawab panitia, melainkan tanggung jawab seluruh keluarga besar madrasah.
> "Setiap guru adalah duta madrasah. Setiap tenaga kependidikan adalah wajah lembaga. Ketika kita bekerja dengan baik, memberikan pelayanan terbaik, dan menjaga nama baik madrasah, maka sesungguhnya kita sedang melakukan promosi yang paling efektif," ungkap beliau.
Berbagai program unggulan, prestasi siswa, pembelajaran berbasis digital, penguatan karakter keislaman, serta lingkungan belajar yang kondusif menjadi kekuatan utama yang terus diperkenalkan kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, rapat bulanan melalui konsep Homeeting ini tidak hanya menghasilkan berbagai keputusan strategis, tetapi juga mempererat ukhuwah, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan semangat baru dalam mengemban amanah pendidikan.
Melalui evaluasi yang berkelanjutan dan strategi PMBM yang semakin matang, MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar optimis dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus memperluas kepercayaan masyarakat.
Sejalan dengan slogan "Madrasah Digital, Hebat Bermartabat," seluruh civitas akademika berkomitmen untuk terus bergerak, berinovasi, dan berkhidmat demi melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, dan mulia dalam akhlak.
Reporter : SS
Kontributor : OPM
Editor : Kabiro Kab/kita Probolinggo
