R-Semeru.com | Probolinggo – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan madrasah kembali diwujudkan melalui sinergi strategis antara Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKM), Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Sinergitas tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah dan Kepala RA yang dipusatkan di MAN 2 Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, mulai tanggal 8 hingga 12 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari unsur Kepala RA, Kepala MI, Kepala MTs, dan Kepala MA se-Kabupaten Probolinggo. Untuk menunjang efektivitas pembelajaran, peserta dibagi menjadi tiga angkatan, masing-masing berjumlah 40 orang. Pelaksanaan diklat ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia madrasah yang unggul, profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Turut hadir dalam upacara pembukaan antara lain Ketua Pokjawas Kabupaten Probolinggo, Ketua KKMA 1 hingga KKMA 4, Ketua KKM MI, MTs, dan RA, serta para tokoh pendidikan madrasah lainnya.
Sejak pagi hari, para peserta telah melakukan registrasi dan check in mulai pukul 07.30 hingga 08.15 WIB. Selanjutnya seluruh peserta berkumpul di Aula Lantai II MAN 2 Pajarakan untuk mengikuti prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat, penuh semangat, dan sarat makna.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadz Ahmad Taufiq, salah satu alumni MAN 2 Probolinggo. Lantunan ayat-ayat suci yang menggema di seluruh ruangan menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati dan menggetarkan jiwa. Kalam Ilahi yang dibacakan dengan penuh penghayatan seolah menjadi pengingat bahwa setiap amanah kepemimpinan dalam dunia pendidikan bukan sekadar jabatan administratif, melainkan bentuk pengabdian kepada Allah SWT dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan siap menjadi penerus peradaban bangsa.
Usai pembacaan ayat suci Al-Qur'an, seluruh peserta berdiri tegak mengikuti kumandang Indonesia Raya dengan penuh khidmat. Suara para peserta yang bergema memenuhi aula MAN 2 Pajarakan menghadirkan semangat nasionalisme yang kuat, meneguhkan kembali komitmen insan madrasah sebagai bagian dari garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suasana semakin bersemangat ketika rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Madrasah secara bersama-sama. Dengan penuh penghayatan, para peserta melantunkan setiap bait lagu yang sarat akan nilai perjuangan, dedikasi, dan cita-cita luhur pendidikan Islam. Momentum tersebut tidak hanya membangkitkan semangat kebersamaan, tetapi juga memperkuat tekad seluruh kepala madrasah dan kepala RA untuk terus menghadirkan inovasi, menjaga mutu pendidikan, serta mengantarkan madrasah menjadi lembaga yang unggul, mandiri, berprestasi, dan bermartabat.
Perpaduan nilai spiritual melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an, semangat kebangsaan melalui Indonesia Raya, serta penguatan identitas pendidikan Islam melalui Mars Madrasah menjadikan prosesi pembukaan diklat berlangsung begitu khidmat, inspiratif, dan penuh makna. Suasana tersebut menjadi energi awal yang membakar semangat seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan madrasah dan pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo.
Dalam laporan kepanitiaan, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Muhammad As'adi, M.Pd, menyampaikan bahwa jumlah peserta diklat mencapai 120 orang yang terdiri dari:
- Kepala RA : 40 peserta
- Kepala MI : 27 peserta
- Kepala MTs : 23 peserta
- Kepala MA : 30 peserta
Berdasarkan gender, peserta terdiri atas:
- Laki-laki : 52 orang
- Perempuan : 68 orang
Sedangkan pembagian angkatan meliputi:
Angkatan I
- 40 Kepala RA
- Laki-laki : 1 orang
- Perempuan : 39 orang
Angkatan II
- 27 Kepala MI
- 13 Kepala MTs
- Laki-laki : 21 orang
- Perempuan : 19 orang
Angkatan III
- 10 Kepala MTs
- 30 Kepala MA
- Laki-laki : 30 orang
- Perempuan : 10 orang
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad As'adi menegaskan bahwa kepala madrasah merupakan ujung tombak keberhasilan lembaga pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kepemimpinan harus terus dilakukan agar madrasah mampu berkembang, berinovasi, dan menjawab berbagai tantangan zaman.
«"Kepala madrasah adalah motor penggerak perubahan. Dari tangan para pemimpin inilah arah kebijakan, budaya mutu, dan kemajuan lembaga ditentukan. Karena itu, penguatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi," tegasnya.»
Sementara itu, perwakilan Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr. H. Darmani, M.A, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BDK Surabaya sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan diklat.
Menurutnya, kolaborasi antara Kemenag Kabupaten Probolinggo, KKM, dan BDK Surabaya merupakan langkah nyata dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pendidikan Islam.
«"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BDK Surabaya. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta melahirkan pemimpin-pemimpin madrasah yang visioner, inspiratif, dan berintegritas," ujarnya.»
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di lembaga masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, KKM, BDK Surabaya, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
«"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan stakeholder yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ini adalah investasi besar dalam membangun masa depan pendidikan madrasah di Kabupaten Probolinggo," ungkapnya.»
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kepala madrasah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang kuat, visioner, inovatif, dan mampu membangun budaya mutu di lembaganya.
«"Madrasah yang hebat lahir dari kepemimpinan yang kuat. Kepala madrasah harus menjadi teladan, penggerak, sekaligus agen perubahan yang mampu membawa lembaganya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman," tegasnya disambut antusias para peserta.»
Puncak acara pembukaan berlangsung ketika Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I secara resmi membuka Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah dan Kepala RA Tahun 2026. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, beliau menandai dimulainya rangkaian pelatihan yang akan berlangsung selama lima hari ke depan.
Suasana pembukaan semakin khidmat dan penuh makna saat Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo melakukan penyematan kalung tanda peserta diklat secara simbolis kepada perwakilan peserta dari unsur Kepala RA, MI, MTs, dan MA. Penyematan tersebut bukan sekadar seremoni pembukaan, melainkan simbol amanah, tanggung jawab, dan komitmen untuk terus belajar, berkembang, serta meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan Islam.
Tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan tamu undangan mengiringi prosesi tersebut. Momen itu menjadi penanda dimulainya perjalanan intelektual dan spiritual para peserta dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka sebagai nahkoda lembaga pendidikan Islam. Dengan kalung peserta yang telah tersemat di dada, para kepala madrasah dan kepala RA seolah menerima mandat moral untuk menjadi lokomotif perubahan di lembaganya masing-masing; menggerakkan inovasi, memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam akhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Prosesi pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu peserta diklat. Lantunan doa yang khusyuk mengalun, memohon keberkahan, kemudahan, dan kesuksesan atas seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari ke depan.
Usai pembukaan, seluruh peserta diarahkan menuju kelas masing-masing sesuai pembagian angkatan yang telah ditetapkan panitia untuk mengikuti sesi pembelajaran bersama para widyaiswara dan narasumber profesional dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kepala-kepala madrasah yang semakin profesional, adaptif, inovatif, berintegritas, dan mampu membawa lembaga pendidikan Islam menuju masa depan yang lebih unggul, bermutu, berdaya saing, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Reporter : SS
Kontributor : OP MAN 2 Pajarakan (Jamaluddin Lubis)
Editor : Kabiro Kab/Kota Probolinggo
