R_SEMERU.COM | PROBOLINGGO – Komitmen memperkuat mutu pendidikan madrasah terus diwujudkan oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA) Probolinggo 1 melalui Workshop Penyusunan Kurikulum Dokumen I Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di MA NU Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (29/6/2026).
Kegiatan workshop ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) KKMA Probolinggo 1 yang sebelumnya dilaksanakan di MA Miftahul Islam Krobungan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (25/6/2026). Jika pada raker sebelumnya para kepala madrasah merumuskan arah kebijakan dan program kerja bersama, maka workshop kali ini menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan hasil raker tersebut ke dalam dokumen kurikulum yang siap diimplementasikan di masing-masing madrasah.
Sebanyak 32 Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dari berbagai lembaga anggota KKMA Probolinggo 1 hadir mengikuti workshop. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan madrasah dalam mempersiapkan perangkat kurikulum secara lebih dini sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan diawali dengan tawassul dan pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon keberkahan dan kelancaran dalam penyusunan kurikulum yang akan menjadi pedoman utama penyelenggaraan pendidikan di madrasah.
Workshop secara resmi dibuka oleh Ketua KKMA Probolinggo 1, Ustadz Mudzakkir, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dokumen I Kurikulum merupakan fondasi utama arah pengembangan madrasah dan tidak boleh dipandang sekadar sebagai kelengkapan administrasi.
"Dokumen I adalah kompas perjalanan madrasah. Dari dokumen inilah visi, misi, program pembelajaran, penguatan karakter, hingga evaluasi pendidikan dirancang secara sistematis. Karena itu penyusunannya harus dilakukan dengan serius, kolaboratif, dan visioner agar benar-benar menjadi acuan operasional yang hidup di madrasah," tegasnya.
Menurutnya, penyusunan Dokumen I memiliki tiga fungsi penting. Pertama, sebagai pedoman operasional bagi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran. Kedua, sebagai penentu arah pengembangan madrasah agar seluruh warga madrasah bergerak menuju tujuan yang sama. Ketiga, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik yang menunjukkan kesiapan lembaga dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas kepada masyarakat dan pemerintah.
Setelah pembukaan dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti berupa Workshop Penyusunan Kurikulum Dokumen I yang menghadirkan Pengawas Madrasah, Ustadz Husnan Abrori, M.Pd., sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Husnan Abrori menekankan bahwa penyusunan Dokumen I harus dilakukan secara partisipatif melalui Tim Pengembang Kurikulum (TPK) dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, kondisi madrasah, potensi daerah, kebutuhan masyarakat, serta kebijakan terbaru Kementerian Agama.
"Kurikulum bukan dokumen yang hanya disimpan di lemari. Kurikulum harus menjadi dokumen hidup yang benar-benar diterapkan dalam pembelajaran, dievaluasi, dan terus disempurnakan sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik," ungkapnya.
Suasana workshop berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mengkaji setiap komponen Dokumen I, mulai dari penyempurnaan visi dan misi madrasah, karakteristik satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, kalender pendidikan, hingga program penguatan karakter dan budaya mutu madrasah.
Selain itu, forum ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik antar madrasah. Para Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum saling bertukar pengalaman dan menyamakan persepsi agar implementasi kurikulum di seluruh madrasah anggota KKMA Probolinggo 1 dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Melalui workshop ini, KKMA Probolinggo 1 berharap seluruh madrasah anggotanya memiliki Dokumen I Kurikulum yang berkualitas, aplikatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Dengan fondasi kurikulum yang kuat, madrasah diharapkan mampu mencetak generasi yang religius, berkarakter, unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap bersaing di era digital.
Semangat kolaborasi yang terbangun sejak Raker di MA Miftahul Islam Krobungan Krucil hingga Workshop di MA NU Kraksaan menjadi bukti bahwa KKMA Probolinggo 1 terus bergerak bersama membangun madrasah yang maju, bermutu, dan unggul.
Reporter : SS
Kontributor : Notulis Workshop KKMA Probolinggo 1
Editor : Kabiro Kabupaten/Kota Probolinggo

