-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Komisi II DPRD Kota Probolinggo Sidak Perseroda BTT, Evaluasi Penyertaan Modal Rp18,45 Miliar

Thursday, 18 June 2026 | 21:28 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T14:35:20Z

 


R_Semeru.com | Probolinggo - Kinerja awal Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) Kota Probolinggo menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kota Probolinggo. Melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan, jajaran legislatif memastikan perkembangan perusahaan daerah tersebut berjalan sesuai tujuan pembentukan serta amanah penyertaan modal yang telah ditetapkan. Kamis (18/06/2026).


Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ryadlus Sholihin Firdaus menjelaskan bahwa sidak dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pengelolaan Perseroda BTT pasca pemisahan penyertaan modal yang telah diputuskan sebelumnya.


Menurutnya, Komisi II memiliki kewajiban melakukan monitoring dan kontrol secara berkala terhadap perkembangan usaha dan kegiatan yang dijalankan Perseroda BTT agar arah pengembangan perusahaan tetap sesuai target yang ditetapkan.


“Komisi II DPRD Kota Probolinggo hari ini melakukan sidak terhadap Perseroda Bahari Tanjung Tembaga karena memang amanah Perda terkait penyertaan modal untuk BTT sudah dipisahkan oleh DPRD. Karena itu kami wajib memonitor perkembangan dan kegiatan yang ada,” ujar Ryadlus.


Dari hasil pemantauan sementara, Komisi II menilai laporan dan perkembangan BTT menunjukkan capaian yang cukup positif. Hal tersebut akan menjadi bahan rekomendasi kepada DPRD terkait keputusan lanjutan mengenai penyertaan modal.


Total penyertaan modal yang direncanakan mencapai Rp18,45 miliar. DPRD masih akan mengevaluasi apakah pencairan dapat dipercepat dari skema tiga tahun atau justru perlu dilakukan penyesuaian sesuai kondisi dan kebutuhan perusahaan.


Ryadlus menyebut, dari hasil evaluasi sementara, kondisi keuangan BTT masih menunjukkan rugi berjalan sekitar Rp750 juta. Namun kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar mengingat usia operasional perusahaan yang masih relatif baru.


Ia juga menyampaikan masih terdapat anggaran sekitar Rp2 miliar yang belum digunakan. Namun menurut penjelasan manajemen, dana tersebut belum dimanfaatkan secara penuh karena penggunaan anggaran dilakukan secara bertahap mengikuti ketentuan regulasi.


Komisi II DPRD menilai capaian tersebut cukup menjanjikan. Bahkan berdasarkan proyeksi yang dipaparkan manajemen, BTT ditargetkan mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo pada awal tahun 2027 dengan estimasi mendekati Rp200 juta.


“Sebagai Perseroda yang baru berjalan sekitar enam bulan dan sudah memiliki proyeksi kontribusi terhadap PAD, menurut saya ini perkembangan yang cukup baik. Kami optimistis dan masih yakin terhadap manajemen yang ada di BTT karena bekerja secara profesional dan tidak tersentuh intervensi politik praktis,” tegas Ryadlus.


Sementara itu, Direktur Utama Perseroda BTT Kota Probolinggo, Noviyadi menyampaikan bahwa operasional perusahaan saat ini baru mulai berjalan efektif setelah seluruh regulasi pendukung berhasil dilengkapi.


Noviyadi menjelaskan, hingga saat ini BTT telah memiliki lima unit kendaraan operasional yang terdiri dari dua unit baru dan tiga unit kendaraan bekas untuk menunjang aktivitas usaha perusahaan.


Terkait laporan rugi berjalan, Noviyadi menegaskan kondisi tersebut merupakan hal lazim dalam fase awal operasional sebuah badan usaha. Menurutnya, pada tahap awal perusahaan memang dibebani sejumlah kebutuhan investasi dan pengeluaran operasional.


“Rugi berjalan sekitar Rp700 juta lebih itu merupakan akumulasi sejak awal sampai bulan keenam. Tetapi dari sisi efisiensi kami merasa penerapannya sudah berjalan cukup baik,” jelasnya.


Perseroda BTT menargetkan pada tahun pertama operasional dapat membukukan keuntungan bersih sekitar Rp200 juta setelah dikurangi pajak dan pembagian sesuai ketentuan yang berlaku.


Adapun sumber pendapatan perusahaan ke depan akan berasal dari beberapa sektor usaha yang telah dipersiapkan, mulai dari aktivitas tracking dan operasional yang berjalan saat ini, pengelolaan pabrik es, hingga suplai air bersih yang ditargetkan mulai menghasilkan pendapatan pada Agustus mendatang.


Dengan evaluasi yang dilakukan DPRD serta optimisme manajemen, Perseroda BTT diharapkan mampu berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD Kota Probolinggo di masa mendatang.


Reporter: Agus

×
Berita Terbaru Update