R_Semeru.com | Jakarta - Postingan kita sebelumnya soal biang kerok menguapnya kekayaan alam ternyata langsung terjawab lunas hari ini! Kalau kemarin kita bahas bagaimana segelintir elit memonopoli alam, sekarang borok utamanya resmi dibongkar di tingkat internasional!
Mari kita bedah kelanjutan drama perampokan kekayaan alam kita yang baru saja disorot tajam oleh media raksasa Al Jazeera:
- Praktik Licik Terbongkar.
Presiden Prabowo akhirnya buka suara dan membenarkan kecurigaan publik selama ini. Beliau mengungkap adanya manipulasi atau pelaporan harga ekspor komoditas vital yang sengaja direndahkan dari nilai aslinya. Praktik licik ini dilakukan agar para pengusaha bisa menghindari pajak besar dan memangkas setoran wajib ke negara.
- Kerugian Raksasa Bikin Merinding.
Praktik culas ini tidak hanya merugikan negara dalam hitungan miliaran, tapi mencapai angka fantastis 908 miliar Dolar Amerika! Nominal ini setara dengan 15.400 triliun Rupiah! Angka yang mampu melunasi seluruh hutang bahkan membebaskan 100% Pajak seluruh rakyat Indonesia selama 5 Tahun atau bahkan menggratiskan seluruh jenjang pendidikan dan kesehatan Rakyat Indonesia!
- Aturan Sistem Ekspor Satu Pintu.
Gerah dengan kebocoran uang rakyat yang terus mengalir deras ke kantong pribadi, pemerintah akhirnya mengambil tindakan super tegas demi memperketat aturan ekspor komoditas vital seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga paduan besi. Melalui aturan baru ini, para pengusaha tidak bisa lagi bertindak sesuka hati berjualan bebas ke pihak luar negeri. Seluruh proses pengiriman barang, dokumen pelaporan keuangan, hingga urusan pembayaran ekspor kini wajib tunduk melalui sistem satu pintu yang dikelola langsung oleh badan negara "Danantara" Sumberdaya Indonesia di bawah lembaga pengelola investasi Danantara.
Langkah berani ini seolah menjadi angin segar dan jawaban atas keresahan jutaan rakyat yang selama ini dipaksa patungan menghidupi negara, sementara kekayaan alamnya dikeruk habis habisan oleh segelintir pemilik modal.
Mari kita lihat bagaimana kelanjutan dan nasib negeri ini kedepannya, semoga pemerintah kita mampu memaksimalkan pendapatan Negara dari sektor sumber daya alamnya yang selama ini terus menguap selama lebih dari 80 Tahun!
Disadur dari: Laporan investigasi Al Jazeera dan pernyataan resmi Presiden terkait pengetatan ekspor nasional.
Kontributor: Hagia Sofia
