-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPRD Lumajang Teguhkan Komitmen Kebangsaan dan Persatuan

Monday, 1 June 2026 | 23:20 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-01T16:25:23Z

 

Ketua DPRD Lumajang, Hj. Oktafiyani, SH.,MH dan Wakil Ketua III DPRD Lumajang, H. Sudi


R_Semeru.com | Lumajang — Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Hj. Oktafiyani, SH., MH. bersama Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Lumajang H. Sudi menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Senin (1/6/2026) pagi. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda, kepala OPD, ASN, mahasiswa, serta pelajar.


Upacara dipimpin oleh Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma yang dalam kesempatan tersebut membacakan amanat Kepala BPIP Republik Indonesia. Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, SH


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi menjaga Pancasila sebagai dokumen idiologis negara, tetapi menerjemahkannya menjadi kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. 


"Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau sekedar tulisan di dinding. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam perilaku, cara berpikir, dan tindakan kita sebagai warga negara," ujar Yudha. 


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan nasional, tetapi juga merupakan kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa.


Wakil Bupati menegaskan bahwa nilai kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial harus terus dihadirkan dalam kebijakan publik serta pembangunan daerah. Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif, melindungi kelompok rentan, dan memastikan kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara merata.



Di tengah perubahan sosial, perkembangan tehnologi  dan tantangan global yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila juga menjadi jangkar m oral agar  pembangunan tidak meninggalkan aspek kemanusian. 


Pemerintah menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap program dan kebijakan tidak hanya menghasilkan kemajuan, tetapi juga memperkecil kesenjangan serta memperkuat rasa keadilan di tengah masyarakat. 


Momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bahwa idiologi bangsa akan tetap relevan apabila mampu diterjemahkan menjadi solusi atas persoalan yang di hadapi rakyat. 


Karena itu, Yudha mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Pancasila sebagai pedoman tindakan, bukan sekedar warisan sejarah 

"Pancasila harus hidup dalam setiap langkah pembangunan dan kehidupan masyarakat. Ketika keadilan sosial semakin dirasakan rakyat, saat itulah nilai-nilai Pancasila benar-benar bekerja," tegasnya. 


Melalui semangat tersebut, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi refleksi kebangsaan, tetapi juga mementum untuk memperkuat komitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif, berpihak pada rakyat, dan berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh masyarakat


Kehadiran pimpinan DPRD Kabupaten Lumajang dalam peringatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan serta komitmen bersama menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong. Momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang maju, kokoh, dan bermartabat.



Reporter: egaz

×
Berita Terbaru Update