R_Semeru.com | Semarang – Ketua Umum Federasi Advokat Republik Indonesia (FERADI WPI), Adv. Ev. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., menyempatkan diri menghadiri kebaktian di Gereja JKI Higher Than Ever (HTE) Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026).
Dalam kunjungannya tersebut, pimpinan organisasi advokat nasional yang juga aktif sebagai pelayan rohani di berbagai Rutan dan Lapas ini mendorong pihak pengelola gereja untuk menambah frekuensi jadwal ibadah guna menampung lonjakan jemaat.
Donny menyampaikan, mobilitas tingginya dalam mengawal berbagai kasus hukum di pelbagai wilayah Indonesia—mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, hingga Ibu Kota—menuntut fleksibilitas waktu dalam menjalankan ibadah.
"Sebagai pengacara, mobilitas saya sangat tinggi. Hari Minggu saya bisa berada di Lampung, Bali, atau Jakarta. Oleh karena itu, ketersediaan opsi waktu ibadah yang beragam di gereja-gereja lokal sangat membantu masyarakat yang memiliki jadwal dinas dinamis," ujar Donny kepada awak media di kawasan Bandarharjo, Semarang Utara.
Berdasarkan pengamatannya saat menghadiri kebaktian di JKI HTE Semarang, fasilitas dan jadwal tiga sesi ibadah yang berjalan saat ini (pukul 07.00, 10.00, dan 17.00 WIB) dinilai sudah melampaui kapasitas penampungan harian, terlihat dari padatnya jemaat hingga area parkir yang meluap.
"Dulu gereja ini berawal dari dua sesi ibadah, lalu berkembang menjadi tiga sesi. Melihat antusiasme dan kepadatan jemaat saat ini, saya mengusulkan agar pihak pastoral membawa dalam doa pembukaan dua sesi baru, yaitu pukul 14.00 dan 20.00 WIB, sehingga total menjadi lima kali ibadah," tambahnya.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi pelayanan keagamaan di daerah dalam merespons pertumbuhan jemaat serta memberikan akses ibadah yang lebih inklusif bagi masyarakat berkegiatan tinggi.
Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral, kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Reporter: Haris
