R_Semeru.com | Jateng — Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) meningkatkan intensitas bantuan tanggap krisis air bersih bagi ribuan warga yang terdampak kemarau panjang. Melalui Satuan Mobil Brigade (Satbrimob), jajaran kepolisian menerjunkan personel dan armada khusus ke tujuh kabupaten yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih, yakni Batang, Banyumas, Cilacap, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, dan Purworejo.
Langkah ini dilakukan secara masif guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah-wilayah rawan kekeringan dapat terpenuhi.
Distribusi Teknologi Water Treatment hingga Pelayanan Door-to-Door
Di Kabupaten Batang, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jateng mengerahkan armada water treatment bergerak yang mampu mengubah air baku menjadi air minum siap konsumsi secara instan.
Sementara di wilayah Banyumas, Cilacap, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, dan Purworejo, personel kepolisian berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta komunitas lokal untuk menjangkau pemukiman terisolasi. Petugas di lapangan ikut membantu warga mengisikan air langsung ke wadah penampungan, seperti jeriken dan galon.
Komitmen Pelayanan Masyarakat.
Komandan Satuan Brimob Polda Jateng, Kombes Pol Noor Hudaya, menegaskan bahwa penanganan krisis air ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam membantu masyarakat yang terdampak fenomena musim kemarau.
"Kami akan terus berkoordinasi dan bergerak bersama seluruh stakeholder untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan pasokan air," ujar Kombes Pol Noor Hudaya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto, menambahkan bahwa aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan institusi Polri untuk hadir di tengah kesulitan warga. Pihaknya menyatakan bakal terus memetakan dan memantau daerah-daerah lain di Jawa Tengah yang berpotensi mengalami krisis serupa selama musim kemarau berlangsung.
Kontributor: antt


