-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Saat Sumber Air Menyusut, Lumajang Hadirkan Air Bersih untuk 14.809 Warga

Thursday, 10 September 2026 | 23:17 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T16:17:23Z

 


R_Semeru.com | Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bergerak cepat menangani krisis air bersih yang melanda wilayahnya akibat musim kemarau. Hingga Kamis (10/9/2026), sebanyak 14.809 jiwa yang tersebar di 12 desa dan empat kecamatan menggantungkan kebutuhan air harian pada pasokan bantuan pemerintah.


​Menurunnya debit sumber mata air alami serta mengeringnya cadangan air hujan di penampungan warga menjadi pemicu utama memburuknya krisis hidrologi di daerah tersebut.


​Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menegaskan bahwa armada penyuplai air bersih dikerahkan secara masif dan berkesinambungan ke titik-titik terdampak.

​"Kami terus melakukan droping air bersih ke wilayah terdampak. Distribusi disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi lapangan agar krisis kebutuhan dasar ini teratasi," kata Yudhi.


​Guna mempercepat respons darurat, Pemkab Lumajang telah memberlakukan status tanggap darurat kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) selama 90 hari, terhitung sejak 10 Juli hingga 7 Oktober 2026. Bantuan pasokan air bersih saat ini telah disalurkan secara bertahap melalui 191 titik distribusi.


​Langkah antisipasi juga diperluas menyusul pemetaan potensi kekeringan BPBD yang mencakup 19 desa di enam kecamatan.


 Kerawanan diperkirakan masih berlanjut mengingat prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan curah hujan di wilayah Jawa Timur masih dalam kategori rendah hingga November 2026.


​Pemerintah daerah mengimbau warga tetap efisien dalam penggunaan air bersih sembari memprioritaskan pemenuhan kebutuhan konsumsi harian dan sanitasi pokok.



Reporter: yanuar

×
Berita Terbaru Update