Probolinggo, R_Semeru.com | Kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Kali ini terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, setelah makanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kanigaran 4 dikembalikan oleh pihak sekolah karena dinilai tidak layak konsumsi.
Makanan tersebut diketahui dikembalikan oleh dua sekolah sekaligus, yakni *SMA Negeri 2 Kota Probolinggo dan SMP Negeri 10 Kota Probolinggo.*
Informasi ini terungkap setelah pihak sekolah melakukan prosedur pengecekan dan mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada para siswa, sebagai langkah antisipasi.
Penanggung jawab MBG di SMA Negeri 2 Kota Probolinggo berinisial TH membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku lauk yang akan dibagikan kepada siswa terasa tidak layak saat dicicipi.
“Memang benar beberapa hari yang lalu. Waktu itu sebelum diberikan kepada murid, saya cicipi dulu lauknya. Ternyata tidak layak. Jadi semua guru juga mencicipi dan sama, mereka bilang tidak layak. Makanya dikembalikan,” ujar TH kepada awak media.
Beruntung, makanan tersebut belum sempat dikonsumsi oleh siswa. Pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan seluruh paket makanan ke penyedia demi keamanan para peserta didik.
*Ke Mana Makanan Tak Layak Itu Dibawa?*
Di sinilah persoalan krusial mencuat. Hingga kini belum ada kejelasan, setelah makanan yang dinyatakan tidak layak itu dikembalikan, dibawa ke mana dan bagaimana mekanisme penanganannya.
Apakah makanan tersebut diperiksa kembali oleh ahli gizi? Apakah dimusnahkan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan? Atau justru ada penanganan lain yang tidak sesuai prosedur?
Pertanyaan ini menjadi sangat penting, mengingat MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan ribuan anak sekolah. Jika pengawasan rantai distribusi dan penanganan makanan gagal (food waste handling) tidak jelas, maka risiko keamanan pangan sangat tinggi.
*SPPG Kanigaran 4 Bungkam, Wartawan Dilarang Masuk*
Untuk menerapkan prinsip cover both sides, awak media R_Semeru.com berupaya melakukan konfirmasi langsung ke kantor SPPG Kanigaran 4 Kota Probolinggo, termasuk kepada pihak berinisial IA yang disebut sebagai penanggung jawab.
Namun sangat disayangkan, upaya konfirmasi tersebut tidak membuahkan hasil. Awak media tidak diperbolehkan masuk untuk menemui pihak yang hendak dikonfirmasi. Tidak ada penjelasan resmi terkait kronologi, penyebab makanan tidak layak, proses distribusi, hingga penanganan pasca pengembalian.
Padahal, klarifikasi dari pihak SPPG sangat vital untuk memastikan apakah ada kegagalan dalam proses penyimpanan, pengolahan, atau pengiriman makanan yang menyebabkan makanan tidak layak.
Bungkamnya SPPG Kanigaran 4 justru menimbulkan tanda tanya besar di publik dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG yang digagas pemerintah pusat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Kanigaran 4 Kota Probolinggo belum memberikan keterangan resmi.
Redaksi R_Semeru.com masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak SPPG Kanigaran 4, Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Probolinggo, serta pihak terkait lainnya, agar duduk persoalan ini menjadi terang dan menjadi bahan evaluasi nasional agar program MBG benar-benar aman, layak, dan bergizi bagi anak-anak Indonesia.
Reporter: Agus
Editor : Alief
