PONPROGO, R-SEMERU.COM | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar (MAPTIA) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Di tengah persaingan dalam ajang International Madrasah English Camp (IMEC) 2026, MAPTIA mengirimkan tiga peserta didik terbaik dengan pendampingan Miss Sri Mulyaningsih, S.Pd., M.Pd. Mereka adalah:
* Muhammad Gibran Athaa Muyassar — Kelas X, peraih Juara 2 Got Talent.
* Khansa Nurfaiza — Kelas X.
* Farhika Hannah Arendt — Kelas X.
Ketiganya mendapatkan kesempatan berharga untuk memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, dan belajar berinteraksi dalam lingkungan kegiatan antar madrasah.
Lebih istimewa lagi, ke tiga siswa Siswi MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar tersebut adalah satu-satunya delegasi dari kabupaten/kota Probolinggo dalam ajang International Madrasah English Camp (IMEC) 2026. Kehadirannya sekaligus membawa nama Kabupaten Probolinggo ke ruang kompetisi dan pergaulan antar madrasah yang lebih luas. Ponorogo 16–18 Oktober 2026.
Capaian ini bukan sekadar kemenangan di atas panggung. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah dari daerah memiliki potensi besar untuk tampil percaya diri, mengembangkan bakat, dan bersaing dalam forum yang mempertemukan peserta dari berbagai madrasah. Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin dinamis, keberhasilan Gibran memberikan pesan kuat: madrasah bukan hanya tempat menempa ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, keberanian, keterampilan, dan prestasi generasi muda.
Keberhasilan tersebut disambut dengan rasa syukur, kebanggaan, dan haru oleh Kepala MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar, Ustadz Shaleh, S.Pd.I., M.Pd. Baginya, prestasi ini bukan semata-mata tentang sebuah piala atau peringkat juara, melainkan buah dari keberanian, perjuangan, pendampingan, serta ikhtiar bersama yang patut mendapatkan apresiasi.
Ada kebahagiaan tersendiri ketika menyaksikan peserta didik mampu melangkah keluar dari lingkungan madrasah, menghadapi tantangan baru, menunjukkan kemampuan, dan kembali membawa kabar prestasi yang mengharumkan nama lembaga.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Shaleh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Miss Sri Mulyaningsih, S.Pd., M.Pd., Guru Bahasa Inggris sekaligus pendamping delegasi, serta ketiga siswa-siswi MAPTIA yang telah berjuang mengikuti IMEC 2026.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bangga sekaligus terharu. Sebagai Kepala Madrasah, kebahagiaan terbesar bagi saya bukan hanya ketika anak-anak berhasil meraih juara, tetapi ketika mereka berani melangkah, mau berjuang, membawa nama baik almamater, dan menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi yang luar biasa.Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Miss Sri Mulyaningsih, S.Pd., M.Pd., atas dedikasi dan pendampingannya, serta kepada ketiga siswa-siswi delegasi MAPTIA yang telah membawa nama madrasah dalam ajang IMEC 2026.Secara khusus, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ananda Muhammad Gibran Athaa Muyassar, siswa kelas X, yang telah berhasil meraih Juara 2 Got Talent. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Ananda telah membawa nama harum Probolinggo, Kraksaan, dan MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar.Semoga prestasi ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya. Jangan cepat berpuas diri, teruslah belajar, berlatih, memperbaiki diri, dan tetap rendah hati. Ingatlah bahwa prestasi yang hebat harus berjalan beriringan dengan akhlak yang mulia.Kepada seluruh siswa MAPTIA, jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi. Jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari madrasah di daerah. Dengan kesungguhan, doa, disiplin, dan keberanian, insyaallah kita mampu melangkah lebih jauh dan meraih prestasi yang lebih tinggi.” Ungkapnya dengan bangga.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAPTIA. Gibran tidak hanya berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung kompetisi, tetapi juga membawa nama harum Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dan lembaga pendidikan yang menjadi tempatnya menimba ilmu.
"Saya mewakili atas nama keluarga besar MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar Kraksaan, dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, mengucapkan selamat dan sukses kepada Muhammad Gibran Athaa Muyassar atas prestasi Juara 2 Got Talent IMEC 2026. Dan Terima kasih juga disampaikan kepada Miss Sri Mulyaningsih, S.Pd., M.Pd., serta Khansa Nurfaiza dan Farhika Hannah Arendt yang telah menjadi bagian dari perjuangan delegasi MAPTIA. Semoga pengalaman di Ponorogo menjadi bekal berharga untuk perjalanan pendidikan mereka selanjutnya. Semoga prestasi ini menguatkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi yang layak dikembangkan dan setiap perjuangan yang dijalani dengan sungguh-sungguh memiliki nilai yang berarti." Tuturnya.
Bukan Sekadar Tampil, tetapi Membuktikan Kemampuan
Kategori Got Talent menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan kepercayaan diri di hadapan peserta lainnya. Keberhasilan Gibran menembus posisi juara kedua memperlihatkan bahwa keberanian untuk tampil, kesiapan menghadapi tantangan, dan kesungguhan mengembangkan kemampuan dapat membuka jalan menuju prestasi.
Bagi MAPTIA, capaian ini menjadi kabar menggembirakan sekaligus pengingat bahwa potensi siswa perlu terus diberi ruang. Sebab, bakat yang dipupuk dengan latihan, disiplin, pendampingan, dan doa memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.
Juara 2 bukan alasan untuk berhenti. Justru inilah pijakan untuk melangkah lebih tinggi.
Prestasi Gibran juga mengirimkan pesan kepada para pelajar bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berkompetisi. Siswa dari Kraksaan, Probolinggo, pun mampu hadir, menunjukkan kemampuan, dan membawa pulang pencapaian dari ajang antarmadrasah.
IMEC 2026 juga menjadi bagian dari ikhtiar madrasah untuk memperluas wawasan siswa, mengasah kepercayaan diri, membangun jejaring, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri dan akhlaknya.
Di tengah semangat Madrasah Digital, Hebat Bermartabat, prestasi ini mempertegas bahwa kemajuan madrasah tidak hanya diukur dari proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dari keberanian siswanya untuk mengembangkan potensi dan membuktikan kemampuan di ruang publik.
Prestasi yang Harus Menjadi Pemantik
Keberhasilan Gibran diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MAPTIA agar tidak takut mencoba, tidak ragu menunjukkan bakat, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persaingan.
Sebab, prestasi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, semuanya berawal dari keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk berlatih, dan keteguhan untuk terus memperbaiki diri.
Hari ini Gibran berdiri sebagai peraih Juara 2 Got Talent IMEC 2026. Esok, semoga lahir lebih banyak generasi MAPTIA yang berani tampil, berprestasi, dan mengharumkan nama madrasah serta Kabupaten Probolinggo di berbagai panggung kompetisi.
Dengan rasa syukur kepada Allah SWT, keluarga besar MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar menyambut pencapaian ini sebagai amanah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, membina karakter, dan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, kreatif, serta berdaya saing.
Selamat dan sukses, Muhammad Gibran Athaa Muyassar!
Teruslah belajar, berkarya, dan mengukir prestasi. Pertahankan akhlak, perkuat ikhtiar, dan jangan pernah berhenti bermimpi.
Dari Kraksaan, membawa nama Probolinggo. Dari madrasah, melangkah menuju prestasi yang lebih luas. Dengan ilmu sebagai bekal, akhlak sebagai pegangan, dan doa sebagai penguat perjuangan.
Selamat dan sukses, Ananda Muhammad Gibran Athaa Muyassar!
Teruslah berkarya, teruslah berprestasi, dan tetaplah rendah hati. Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah dan membuka jalan menuju kesuksesan yang lebih besar. MAPTIA — Madrasah Digital, Hebat Bermartabat.
Reporter : SS
Kontributor : Guru Bahasa Inggris (Miss Lia)
Editor : Kabiro Kab/kota Probolinggo

