-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kasat Polairud Hadiri Giat Wawasan Kebangsaan

Saturday, 6 April 2019 | 20:01 WIB | 0 Views Last Updated 2019-11-14T04:06:54Z


Banyuwangi, R - Semeru.com - Kasat Polairud, AKP Subandi, M.Si beserta 6 anggotanya menghadiri giat Wawasan Kebangsaan, Sabtu (6/4/2019)

Acara yang bertema  "Siap Mendukung Terselenggaranya Pileg dan Pilpres 2019 Yang Aman dan Damai Serta Menolak Segala Bentuk Kekerasan/Anarkis, intoleransi, Penyebaran Berita Hoax, Aksi Unras Demi Keutuhan NKRI tanpa Sara dan Ujaran Kebencian " diadakan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB)  Pantai Rejo kelurahan Pakis, Banyuwangi

Pada acara tersebut hadir
Kepala Bakesbangpol, Drs. Wiyono,S.H,
serta Tim Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan Banyuwangi,
Bhabinsa Desa Pakis SERDA Hari Puji Iswanto,
Bhabinkamtimbas Desa Pakis BRIPKA Bagoes,
Ketua KUB Pantai Rejo, Moh Muhyi,
Lurah Pakis Imam Bukani,
Ketua KUB Pantai Sari Heri,
Ketua KUB Pantai Pulau Santen Slamet,
Ketua KUB Kampung Mandar Kardi, serta
tokoh agama Ustad Saebani selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman Sukojati,
dan diikuti oleh  Kelompok Usaha Bersama (KUB)  Pantai Rejo.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 150 orang yg terdiri dari masyarakat pesisir Pantai Cemara, Pulau Santen, Pantai Sari,  dan Kampung Mandar.

Dalam sambutannya Kasat Kasat Polairud Polres Banyuwangi AKP Subandi, M.Si mengatakan ucapan
terima kasih kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB)  Pantai Rejo yang telah mengadakan Acara kegiatan Wawasan Kebangsaan dan siap mendukung terselenggaranya Pilpres dan Pileg 2019 yg aman dan damai.

"Kami menghimbau kepada masyarakat nelayan pantai rejo dan Pantai Sari untuk ikut serta menjaga Khamtibmas yang kondusif dalam menjelang Pemilu Pileg dan Pilpres 2019" ujar AKP Subandi

Lebih lanjut Subandi menghimbau kepada Masyarakat Pesisir Perairan Pantai Rejo Untuk Tidak percaya terhadap Berita Hoax

"Kami mengajak masyarakat pesisir Pantai Rejo untuk selalu melaksanakan Inovasi sehingga dapat ditiru KUB lain" pintanya.

Dikatakannya, nelayan sebagai benteng tedepan dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Perairan, oleh karena ia menghimbau kepada peserta yg hadir untuk turut serta dalam menjaga ekosistem laut dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu Ketua KUB Pantai Rejo Moh Muhyi berharap terselenggaranya Pileg dan Pilpres 2019 dapat berjalan aman dan damai serta memegang prinsip persaudaraan dan persatuan.

"Kami mengajak masyarakat Nelayan pantai rejo, pantai sari, pantai pulau santen, pantai kampung mandar agar tidak terpecah belah meskipun berbeda pilihan" Kata Moh. Muhyi

Sementara Kepala Bakesbangpol, Wiyono dalam  pemberian materi Wawasan Kebangsaan
menegaskan, bahwa  pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa demi tetap tegak berdirinya NKRI yang berdasarkan Pancasila Dan UUD 1945.

"Kepada seluruh masyarakat Banyuwangi untuk mensukseskan pemilu 2019. Pemilu dikatakan sukses apabila,
seluruh rangkaian proses pemilu, mulai dari tahapan pencalonan sampai dengan penetapan calon terpilih berlangsung secara aman, tertib dan lancar serta berada dalam suasana damai." ujar Wiyono

"Pada saat pelaksanaan pemungutan suara tanggal 17 April 2019 berlangsung luber (langsung, umum, bebas dan rahasia) serta jurdil (jujur dan adil." lanjut wiyono

Lebih lanjut dikatakannya, jika sukses yang kedua ini bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggunakan parameter, target pemegang hak pilih yang menggunakan hak politiknya menyalurkan aspirasinya  sekurang-kurangnya 77% dari semua pemegang hak pilih.

"Siapa pun yang terpilih, baik dalam Pilpres maupun Pileg harus diterima dengan lapang dada oleh seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan rakyat Banyuwangi pada khususnya." ucap Wiyono

Pemilu Pileg dan Pilpres 2019
adalah Penentu masa depan Indonesia dalam lima tahun kedepan maka dari itu dihimbau kepada masyarakat Nelayan untuk tidak golput.

Pada kesempatan itu Ustad Saebani menjelaskan,
bahwa ada saat ini banyak terjadi fitnah dan Berita bohong Hoax yg menyinggung terkait permasalahan agama. Maka ia berharap untukmemperbany
ibadah, dzikir dan Sholawat guna menjga Keutuhan NKRI

"Mari untuk Meningkatkan Persatuan Dan Kesatuan NKRI dalam UKHUWAH ISLAMIYAH,
Martabat NKRI akan hancur, akan terpecah belah apabila masyrakat tidak rukun saling hujat menghujat dan saling memfitnah
Banyak ajaran agama yang melenceng karena belajar tidak dari sumbernya" pintanya

Ia mengajak kepada peserta yg hadir untuk tidak mudah terprovokasi terhadap berita2 yg mengatasnamakan Agama sehingga dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.(idrs)
×
Berita Terbaru Update