R_Semeru.com I Lumajang – Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Hj. Oktafiyani, SH., MH., bersama Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang Supratman, SH., menghadiri kegiatan Santunan 1.000 Anak Yatim Dhuafa yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Pendopo Arya Wiraraja, sebagai bagian dari rangkaian kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
"Ramadan menjadi momentum untuk berbagi, peduli, dan menguatkan harapan. Kepedulian itu terasa nyata saat seribu anak yatim dhuafa menerima santunan dari sinergi Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Baznas," ungkap Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktaviani, S.H., M.H.
Kehadiran pimpinan DPRD menunjukkan dukungan penuh terhadap program-program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa santunan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga wujud kasih sayang, perhatian, serta komitmen pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak yatim dhuafa tumbuh dengan semangat dan optimisme dalam meraih masa depan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, kami menyampaikan terimakasi atas peran aktif Baznas yang terus menghadirkan program nyata bagi masyarakat. Santunan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat mampu memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial," ujar Bunda Indah.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati dan memperkuat nilai kebersamaan. Bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan dukungan moral bagi anak-anak penerima manfaat.
"Melalui santunan ini, kita ingin menghadirkan rasa peduli, kasih sayang, dan harapan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bunda Indah menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesehjateraan sosial di daerah. Potensi zakat di Lumajang dinilai besar dan perlu dikelola secara profesional dan manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran.
Ia juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
"Dana yang dihimpun akan disalurkan kepada delapan golongan penerima sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesehjateraan masyarakat," tegasnya.
Kepada anak-anak penerima santunan, Bunda Indah berpesan agar tetap semangat belajar dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita.
"Kalian adalah generasi masa depan Lumajang. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Pemerintah daerah dan masyarakat akan selalu berupaya hadir memberikan dukungan," pesan Bunda Indah.
Program santunan anak yatim ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan sosial masyarakat melalui penguatan jejaring kepedulian dan pemberdayaan.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan transparan, solidaritas sosial di Kabupaten Lumajang terus diperkuat. Ramadan menjadi momentum untuk menghadirkan harapan, memperluas kepedulian, serta meneguhkan semangat gotong royong demi terwujudnya Lumajang yang lebih peduli dan berkeadilan.
Momentum Ramadan pun dimaknai sebagai pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kekuatan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh pihak, memperkuat ukhuwah serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan Lumajang yang lebih sejahtera, inklusif dan berkeadilan.
Reporter : ega & tim



