R_Semeru.com I Jakarat, 8 Maret 2026 – George Galloway, pemimpin Partai Buruh Inggris sekaligus pendiri organisasi VIVA Palestina, melontarkan tuduhan keras terkait konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, mengklaim adanya upaya sensor informasi besar-besaran yang menyembunyikan skala kerusakan yang sebenarnya.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari sumber yang disebutkan sebagai Moats, Galloway menegaskan bahwa pemerintah Israel dan media Barat secara sengaja menyembunyikan tingkat kehancuran fatal di Tel Aviv serta angka kematian pihak AS yang jauh lebih tinggi dari yang diumumkan.
"Israel sedang mengalami kerugian yang sangat parah, namun fakta tersebut disembunyikan dari pandangan dunia. Amerika juga berbohong ketika menyatakan hanya 5-6 tentara mereka yang tewas – angka sebenarnya adalah hampir 1000 orang, dan tidak mungkin bagi Amerika dan Israel untuk terus menyembunyikan kenyataan ini," tegas Galloway, yang dikenal dengan pandangan pro-Palestina dan kritis terhadap kebijakan Barat di Timur Tengah.
Sampai saat ini, pemerintah AS dan Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim angka korban yang dituduhkan Galloway. Pemerintah AS biasanya mengumumkan korban jiwa militer sesuai prosedur yang berlaku, meskipun dalam situasi konflik yang masih berlangsung, data terkadang memerlukan waktu untuk diverifikasi dan diperbarui.
Kontributor: Hagia Sofia
