-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tragedi Shajareh Tayyebeh: Dunia Desak Akuntabilitas AS atas Gugurnya Ratusan Siswa di Iran

Sunday, 8 March 2026 | 05:10 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-07T22:10:07Z

 


R_Semeru.com I ​Teheran/Washington – Dunia internasional kini tengah menyoroti tajam insiden mematikan di sekolah dasar khusus perempuan Shajareh Tayyebeh, Minab, Iran Selatan. Serangan udara yang dilancarkan pada 28 Februari tersebut tercatat sebagai salah satu peristiwa dengan korban sipil terbesar dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.


​Hegseth Bungkam di Bawah Tekanan


​Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan respons yang dinilai mengelak saat dikonfrontasi oleh koresponden BBC, Tom Bateman, di Pentagon. Meskipun Bateman menekankan bahwa AS memiliki kemampuan pengintaian tingkat tinggi untuk segera mengidentifikasi pelaku, Hegseth tetap pada pernyataan minimalisnya.


​"Saya hanya bisa bilang bahwa kami sedang menyelidiki hal itu. Kami tidak pernah menargetkan warga sipil," ujar Hegseth singkat dalam keterangannya.


​Senada dengan Hegseth, pihak Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt juga memperingatkan publik agar tidak terburu-buru menyalahkan pihak AS dalam insiden penargetan sipil ini.


​Skala Korban dan Dampak Kemanusiaan


​Laporan terkini menunjukkan angka kematian yang terus membengkak seiring proses evakuasi. Berikut fakta-fakta kunci dari lokasi kejadian:


​Update Korban: Jumlah korban jiwa diperkirakan telah mencapai 165 hingga 180 orang.


​Profil Korban: Mayoritas korban adalah anak-anak sekolah dasar berusia 7 hingga 12 tahun, beserta guru dan staf sekolah.


​Analisis Lokasi: Investigasi lapangan mengungkap posisi sekolah hanya berjarak sekitar 240 meter dari basis Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang diduga kuat menjadi target utama serangan.


​Kecaman Global


​Tragedi ini memicu gelombang kemarahan internasional. Komite Hak Anak PBB secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap infrastruktur sipil yang merampas hak hidup dan pendidikan anak-anak. Tokoh kemanusiaan Malala Yousafzai juga menyuarakan tuntutan keadilan bagi para korban di Minab.


​Meski desakan gencatan senjata menguat, Departemen Pertahanan AS mengindikasikan bahwa operasi bersandi "Operation Epic Fury" akan terus dipercepat untuk melumpuhkan aset-aset strategis Iran.


Kontributor: Hagia Sofia

×
Berita Terbaru Update