R_SEMERU.COM | MEDAN - Setelah membahas rekomendasi melalui enam Komisariat Wilayah (Komwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII di Medan menghasilkan 10 rekomendasi yang akan disampaikan ke pemerintah pusat.
Ketua Umum APEKSI Eri Cahyadi, sebagai pimpinan sidang pleno menyatakan rekomendasi itu merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta terkait pembangunan daerah di wilayah masing-masing. Terdapat 98 anggota APEKSI, 86 wali kota menghadiri langsung pelaksanaan rakernas tersebut.
"Dengan harapan, dengan kekurangan-kekurangan yang ada yang ada di setiap kota, rekomendasi ini untuk menyampaikan solusinya," ujar Eri dalam temu pers usai Penutupan Rakernas APEKSI di Medan, Kamis (2/7).
Eri mengatakan 10 rekomendasi hasil kegiatan nasional tersebut yakni penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah; penataan kebijakan aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja; fleksilibitas belanja daerah.
Kemudian terkait penguatan tata program strategis nasional dan percepatan infrastruktur dan konektivitas wilayah; transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik.
"Keenam, kami juga merekomendasikan terkait penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan, dan ketujuh tentang penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif," kata Eri yang juga Wali Kota Surabaya ini.
Selain itu, Eri menambahkan wali kota seluruh Indonesia merekomendasi terkait penguatan tata ruang kerja sama daerah pembangunan kewilayahan dan rekomendasi tentang advokasi hukum dan mitigasi. Terakhir terkait pelibatan anak muda setiap kegiatan nasional, di setiap kegiatan APEKSI.
Ia berharap rekomendasi dari wali kota seluruh Indonesia tersebut dapat diakomodir pemerintah pusat demi mengoptimalkan program-program nasional di wilayah masing-masing.
Rekomendasi yang dilahirkan dalam APEKSI XVII juga diharapkan oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin dapat memberikan solusi konkret di wilayahnya.
“Ya, kita baru saja mengikuti rangkaian rakernas. Dimana di dalamnya banyak rekomendasi yang menjadi kebutuhan kota. Semoga upaya dalam rakernas ini segera mendapat tindak lanjut,” harapnya.
Wali kota pun menggarisbawahi bahwa untuk menjadi kota yang maju, tidak dapat dilakukan sendiri melainkan perlu adanya kerja sama antar semua daerah baik itu pemerintah kota dan kabupaten. “Tentunya, kita siap bersinergi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas,” imbuh Dokter Aminuddin.
Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan yang berlangsung pada 1-2 Juli 2026 ditutup Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Dalam arahannya, Menko AHY menegaskan, wali kota merupakan representasi terbaik daerah dalam mempromosikan potensi ekonomi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan yang dihadapi masyarakat. Sebab kepala daerah adalah pemimpin yang paling memahami kebutuhan rakyat karena berhadapan langsung dengan berbagai tantangan pembangunan setiap hari.
Menurut AHY, tantangan perkotaan saat ini semakin kompleks, mulai dari urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan hunian dan kawasan permukiman, kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi. Karena itu, wali kota dituntut menjadi pemimpin yang kreatif dan inovatif dalam menghadirkan solusi.
"Para wali kota adalah pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka memahami secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan rakyat. Karena itu, saya sering mengatakan bahwa wali kota adalah the best ambassador bagi daerahnya masing-masing," ujar AHY.
AHY menambahkan, keberhasilan menarik investasi tidak hanya ditentukan oleh promosi, tetapi juga oleh kemampuan daerah menghadirkan kepastian, pelayanan publik yang baik, serta iklim pembangunan yang kondusif. Dengan demikian, investasi yang masuk dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Aksi Lingkungan, Dokter Aminuddin Tanam Pohon di Taman Cadika Medan
Tidak hanya rapat membahas program, aksi nyata pun dilakukan oleh anggota APEKSI di Rakernas XVIII. Kamis (2/7) pagi, Wali Kota Dokter Aminuddin bersama Ketua TP PKK Dokter Evariani mengikuti agenda senam pagi bersama di Taman Cadika Medan.
Setelah senam, masing-masing kepala daerah beserta istri punya agenda tersendiri di lokasi yang sama. Wali kota melakukan penanaman pohon, sedangkan ketua TP PKK mengikuti ladies program membuat masakan khas Medan “Daun Ubi Tumbuk”.
Sebanyak 120 pohon terdiri dari 23 pohon kenanga; 20 pohon tabebuya pink; 15 pohon rambutan; 20 pohon mangga; 15 pohon jambu bol dan 12 pohon trembesi. Wali Kota Probolinggo menanam pohon trembesi di zona lima.
Penanaman pohon ini ditandai juga dengan penandatanganan prasasti yang berisi nama-nama wali kota. “Di sini kita membuat sejarah ya, kenangan kalau pernah menanam pohon trembesi disini (Taman Cadika Medan). Aksi untuk mencintai dan peduli terhadap bumi,” cetus Dokter Aminuddin usai menanam pohon.
Reporter: Agus

