R_Semeru.com | Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebijakan pemerintah untuk mengefisiensikan anggaran belanja daerah dengan memangkas pos-pos yang dinilai kurang produktif.
Pemangkasan difokuskan pada anggaran studi banding ke luar negeri, perjalanan dinas, serta penyelenggaraan seminar dan rapat-rapat yang dinilai berlebihan.
Langkah penghematan ini dilakukan agar alokasi anggaran dapat dialihkan secara optimal ke program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur daerah, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan penanganan kemiskinan.
Di sisi lain, maraknya potongan video singkat yang beredar di platform media sosial seperti TikTok mengundang imbauan agar masyarakat lebih cermat menyikapi informasi.
Potongan klip yang diunggah tanpa konteks utuh (out of context) berpotensi mengaburkan substansi pesan, menggiring opini, serta menyebarkan disinformasi atau hoaks yang dapat memicu provokasi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diharapkan menerapkan literasi digital dengan memverifikasi setiap informasi melalui langkah-langkah berikut:
Menonton Video Utuh: Memeriksa langsung tayangan pidato atau pernyataan resmi secara menyeluruh melalui saluran resmi pemerintah, seperti YouTube Sekretariat Presiden.
Mengacu pada Media Terverifikasi: Memastikan kebenaran berita melalui media massa nasional yang mengedepankan standar jurnalistik dan verifikasi fakta.
Mewaspadai Narasi Sensasional: Menghindari konsumsi informasi dari konten yang menggunakan judul provokatif tanpa dasar yang jelas.
Melalui pemahaman informasi secara utuh dan kritis, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh penyebaran narasi menyesatkan di ruang digital.
Reporter: ambar

