R_Semeru.com | Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menggandeng tokoh agama dan ulama dayah untuk memperkuat benteng pertahanan masyarakat dari ancaman darurat narkotika di wilayah Serambi Mekkah.
Langkah strategis ini ditegaskan dalam peringatan Milad ke-27 Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) yang digelar di Aula Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Rabo (16-9-2026).
Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, menegaskan bahwa pendekatan hukum saja tidak cukup untuk memberantas peredaran gelap narkoba.
"Peran ulama dan lembaga pendidikan keagamaan sangat krusial dalam membangun ketahanan moral serta memberikan pemahaman preventif kepada masyarakat, khususnya generasi muda," ujarnya.
Peringatan milad yang mengusung tema “Menjaga Ilmu, Merawat Adab, Menaati Guree Umat” tersebut menjadi momentum krusial untuk menyatukan visi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan para pemimpin agama.
Sinergi ini ditujukan untuk mengintegrasikan nilai-nilai syariat Islam dengan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Aceh, perwakilan Pemerintah Daerah, pengurus wilayah HUDA dari seluruh kabupaten/kota, serta tokoh masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, BNNP Aceh bersama ulama dayah berkomitmen menggalakkan gerakan pencegahan narkoba berbasis komunitas keagamaan guna mewujudkan lingkungan masyarakat yang aman, religius, dan bersih dari narkoba.
Kontributor: abk aceh

