LUMAJANG, R_SEMERU.COM | Gunung Semeru berdiri gagah menjadi saksi. Sabtu, 17 Oktober 2026, Aula Wisata Glagah Arum, Senduro, Lumajang berubah menjadi lautan semangat nasionalisme. Ratusan kader, Laskar Gerindra, pengurus DPC, hingga jajaran eksekutif dan legislatif berkumpul dalam satu komando: merayakan Hari Ulang Tahun ke-75 Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto, bukan dengan pesta, tetapi dengan kerja nyata untuk rakyat dan alam Indonesia.
Dua agenda besar digelar serentak: Pendidikan Politik Kader dan Gerakan Menanam Indonesia Asri serentak se-Indonesia. Agenda ini dihadiri langsung Anggota DPR RI Komisi VI sekaligus Bendahara PBNU, Kawendra Lukistian, Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Dr. H. Anwar Sadat (Gus Sadat), Ketua DPC Gerindra Lumajang yang juga Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si (Bunda Indah), Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani, S.H., M.H, seluruh anggota DPRD Fraksi Gerindra, dan ratusan kader.
1.BUNDA INDAH: GERINDRA LUMAJANG ADALAH GERINDRA YANG MENANAM, BUKAN HANYA BERPIDATO
Ketua DPC Gerindra Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si membuka acara dengan penegasan bahwa HUT Prabowo harus dirayakan dengan kebermanfaatan.
"Iya, ini dalam rangka hari ulang tahun Bapak Prabowo, serentak seluruh kader partai menanam Indonesia Asri," tegas Bunda Indah kepada awak media.
Saat ditanya kenapa Glagah Arum yang dipilih sebagai pusat penanaman, Bunda Indah menjawab lugas:
"Ya, karena ini kan tempat wisata. Jadi diharapkan nanti satu tahun lagi sudah bisa ini ya, karena kemarin-kemarin sudah banyak tanaman. Jadi ada wisata petik buah di sini," ujarnya.
"Tempat lain juga tetap kita lakukan, tapi Glagah Arum ini kita fokuskan karena potensinya besar sebagai kawasan wisata edukasi dan wisata petik buah ke depan," tambahnya.
Di akhir wawancara, dengan mata berkaca, Bunda Indah menyampaikan doa untuk sang Ketua Umum:
"Mudah-mudahan diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin negara. Selamat Ulang Tahun ke-75 Bapak Prabowo Subianto, Presiden kami, Ketua Umum kami, kebanggaan kami. Sehat selalu Bapak," ucap Bunda Indah.
2.GUS SADAT (DR. H. ANWAR SADAT): JAGA ALAM ADALAH JAGA JIWA, KADER GERINDRA ADALAH PEJUANG KEAGAMAAN DALAM KEBERMANFAATAN
Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Dr. H. Anwar Sadat yang akrab disapa Gus Sadat atau Gus Yai, menyampaikan pidato politik yang menggugah jiwa.
Menurutnya, Gerindra mungkin belum dikenal sebagai partai yang digerakkan dari keagamaan, tapi sejatinya Prabowo sejak sebelum menjadi Presiden semangatnya adalah kebermanfaatan. _Khairunnas anfa'uhum linnas_, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat.
"Prabowo sejak dulu ingin tidak ada stunting, ingin swasembada pangan, ingin anak Indonesia gizi cukup dan pendidikan layak. Itu adalah kebermanfaatan yang beliau perjuangkan," tegas Gus Sadat.
Ia menutup dengan pesan yang kini menjadi slogan gerakan nasional:
"Jaga Alam Adalah Jaga Jiwa. Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita, jaga rakyat kita, jaga NKRI kita."
3.KAWENDRA LUKISTIAN: PRABOWO ADALAH GURU, PEJUANG, DAN BUKTI NYATA BUKAN JANJI
Anggota DPR RI Komisi VI, Kawendra Lukistian, dalam pidato politiknya mengajak seluruh kader mendoakan Prabowo.
"Yang pertama, mari kita bersama-sama sampaikan selamat ulang tahun ke Ketua Umum Gerindra H. Prabowo Subianto. Beliau mantan guru saya, luar biasa banyak sekali memberikan wejangan-wejangan kepada saya," ujar Kawendra.
Ia memberi penghormatan khusus kepada Gus Sadat dan Bunda Indah.
"Luar biasa jalur perjuangan politik Gus Sadat. Walaupun beliau Gus Sadat, saya tetap harus panggil beliau Pak Kiai, ini betul-betul Kiai. Kalau saya ini temannya Kiai. Beliau yang sama-sama kita cintai, kita banggakan, semoga selalu sehat. Tak lupa tentunya Bunda Masdar, bunda kita semua yang kita sangat sayangi, mudah-mudahan beliau sehat terus dan selalu membimbing kita supaya membawa banyak manfaat untuk masyarakat dan para remaja," lanjutnya.
Kawendra kemudian membedah bukti nyata kepemimpinan Prabowo:
"Apa yang disampaikan oleh Gus Sadat dan Bunda Indah itu luar biasa. Saya merenung sekali tadi. Mungkin beliau bukan seorang ulama, tapi yang betul-betul menjiwai perjuangannya ini untuk kebermanfaatan," ungkapnya.
Ia mencontohkan: antrean haji yang dulu puluhan tahun kini dipangkas menjadi 14 tahun tahun ini, Indonesia mulai menciptakan bahan bakar sendiri, dan setelah puluhan tahun tidak swasembada beras, minggu lalu Indonesia berhasil mengekspor beras ke negara tetangga.
"Ini bukan janji, ini bukti. Ini Prabowo. Selamat ulang tahun ke-75 Bapak Presiden, guru kami, pejuang kami," tegas Kawendra.
4.HJ. OKTAFIYANI: MENANAM POHON ADALAH MENYUMBANG OKSIGEN UNTUK NYAWA MANUSIA, KADER BUKAN SEKADAR CARI SUARA
Dalam wawancara eksklusif R_SEMERU.COM - MEDIA INVESTIGASI, Sekretaris DPC Gerindra Lumajang sekaligus Ketua DPRD Lumajang, Hj. Oktafiyani, S.H., M.H menegaskan makna filosofis gerakan ini.
"Kegiatan ini sangat positif karena Pak Prabowo juga menggalakkan Indonesia Asri, yaitu Indonesia yang bersih. Yang kemarin Bunda Indah Bupati Lumajang dan jajarannya bersih-bersih di Kota Lumajang dan hari ini dengan seluruh kader Gerindra menanam pohon. Menanam pohon ini sangat penting karena ini menyumbang oksigen kepada nyawa manusia," ujar Oktafiyani.
Saat ditanya kenapa pendidikan politik ditempatkan tepat di HUT Prabowo, ia menjawab:
"Iya, karena kalau pendidikan politik kader Gerindra itu adalah di momennya pas ulang tahunnya Pak Prabowo ini kita mensosialisasikan bahwa pentingnya kita itu untuk melakukan bersih-bersih dan penanaman pohon serta menjadi kader Gerindra itu tidak semata-mata hanya mencari pemilih suara tetapi mencari simpati masyarakat dengan kegiatan sosial," kata Oktafiyani.
Untuk harapan ke kader di bawah, Oktafiyani menegaskan:
"Harapan kami, kader-kader Gerindra di bawah terus bergerak, terus berdaya dan juga punya kontribusi yang pasti kepada masyarakat, berguna bagi masyarakat semuanya," tegasnya.
Dan untuk sang Presiden, ia menyampaikan pesan penuh haru:
"Selamat ulang tahun Bapak, Bapak kebanggaan kita, Ketua Umum kita, Presiden kita, sehat selalu, terus sabar dan terus menjalankan amanah dengan baik. Apapun yang diomongkan orang yang tidak suka, ini yang kita ambil dari Bapak adalah tetap maju, tetap bergerak demi amanah," tungkas Oktafitani.
PENUTUP: DARI LUMAJANG, UNTUK INDONESIA
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan dan panjang umur Presiden Prabowo Subianto ke-75 tahun, penanaman pohon simbolis Indonesia Asri di kawasan Glagah Arum dengan latar Gunung Semeru, serta foto bersama ratusan kader dengan salam dua jari khas Gerindra.
Dari kaki Gunung Semeru, Gerindra Lumajang mengirim pesan ke seluruh Indonesia: Ulang tahun pemimpin bukan dirayakan dengan balon dan kue, tetapi dengan menanam harapan, menjaga alam, dan mendidik kader agar bermanfaat untuk rakyat. Itulah cara Gerindra menjaga NKRI.
REPORTER: YANUAR & TIM
