-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lora Fayyadl Uraikan Lima Tingkatan Politik, dari Amanah hingga Kejahatan

Friday, 30 October 2026 | 16:22 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T09:22:36Z

 


PROBOLINGGO, R-SEMEEU.COM | Politik bukan sekadar perebutan jabatan dan kekuasaan. Lebih dari itu, politik merupakan jalan pengabdian untuk menghadirkan keadilan dan kemaslahatan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Lora Muhammad Alfayyadl dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, yang menguraikan lima tingkatan dalam berpolitik, Jumat (30/10/2026).


Menurutnya, kualitas politik tidak diukur dari besarnya kekuasaan, tetapi dari bagaimana kekuasaan digunakan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.


Lima tingkatan politik tersebut meliputi:


1. Politik sebagai Amanah Kekhalifahan


Politik menjadi amanah untuk menegakkan keadilan, melindungi masyarakat, dan menghadirkan kemaslahatan. Kekuasaan digunakan untuk melayani, bukan kepentingan pribadi.


2. Politik sebagai Ibadah


Politik dijalankan dengan niat mencari rida Allah SWT. Jabatan menjadi sarana berbuat baik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.


3. Politik sebagai Kebahagiaan


Politik diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan, kedamaian, dan keharmonisan. Keberhasilannya diukur dari kebahagiaan yang dirasakan masyarakat.


4. Politik sebagai Kepentingan


Pada tahap ini, politik mulai didominasi kepentingan pribadi dan kelompok. Kekuasaan cenderung menjadi alat untuk meraih keuntungan, bahkan berpotensi mengesampingkan kepentingan umum.


5. Politik sebagai Kejahatan


Ini merupakan tingkatan terendah. Politik digunakan untuk meraih kekuasaan melalui kebohongan, manipulasi, fitnah, dan adu domba. Nilai moral serta kemanusiaan pun dikorbankan demi ambisi.


Lima tingkatan tersebut menjadi refleksi bahwa politik sejatinya bukan tentang siapa yang berkuasa, melainkan untuk apa kekuasaan digunakan.


Politik yang bermartabat harus mampu menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi masyarakat.


Pada akhirnya, keberhasilan seorang politisi tidak ditentukan oleh tingginya jabatan atau besarnya pengaruh, tetapi oleh manfaat yang diberikan.


Sebab, kekuasaan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.


Kontributor: dyt

×
Berita Terbaru Update