R_Semeru.com | Lumajang - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang menunjukkan tren yang semakin kuat dan stabil dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil, petani, hingga masyarakat di tingkat bawah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa ekonomi daerah terus mengalami peningkatan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,52 persen dan meningkat menjadi 5,35 persen pada 2025.
“Pertumbuhan ini bukan sekadar angka. Ini benar-benar terasa di masyarakat, terutama pelaku usaha kecil,” ujar Bunda Indah dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Data resmi dari Badan Pusat Statistik melalui Berita Resmi Statistik Nomor 02/03/3508/Th. IX tanggal 3 Maret 2025 memperkuat capaian tersebut. Pada 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lumajang atas dasar harga berlaku mencapai Rp43,06 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan tercatat Rp25,93 triliun, dengan laju pertumbuhan 4,52 persen.
Jika dilihat dalam lima tahun terakhir, ekonomi Lumajang sempat terdampak pada 2020 dengan kontraksi -2,79 persen. Namun, setelah itu terus bangkit dan stabil, yakni 3,14 persen (2021), 4,61 persen (2022), 4,43 persen (2023), hingga kembali naik 4,52 persen (2024).
Tren ini menunjukkan pemulihan yang konsisten dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di angka 4,93 persen pada 2024.
Dari sisi sektor usaha, beberapa bidang mengalami pertumbuhan kuat. Pengadaan air mencatat kenaikan tertinggi 12,95 persen, disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 7,66 persen, serta pertambangan dan penggalian 7,22 persen. Sektor lain seperti industri, konstruksi, hingga energi juga ikut tumbuh positif.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh konsumsi rumah tangga sebesar 5,75 persen dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto sebesar 5,27 persen.
Bupati menegaskan, pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi terlihat nyata di lapangan. Aktivitas pasar meningkat, usaha kecil bergerak, dan permintaan produk lokal semakin kuat.
Salah satu pendorong utama adalah program makan bergizi gratis yang memberikan efek berantai pada ekonomi daerah. Kebutuhan bahan pangan seperti tempe, telur, ayam, dan hasil pertanian meningkat karena disuplai dari produksi lokal.
“Dari petani sampai pedagang kecil ikut bergerak. Ekonomi kita tumbuh dari bawah,” kata Bunda Indah.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa kebijakan berbasis potensi lokal mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih merata. Tidak hanya meningkatkan angka ekonomi, tetapi juga memperkuat perputaran uang di dalam daerah.
Dengan tren yang terus membaik, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis pertumbuhan ekonomi akan semakin kokoh dan memberi dampak lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi kini tidak hanya menjadi angka di laporan, tetapi juga perubahan nyata yang dirasakan di kehidupan sehari-hari masyarakat Lumajang.
Reporter: elly
