R_Semeru.com | Lumajang - Penguatan mutu pendidikan di Kabupaten Lumajang ditegaskan tidak dapat berjalan secara parsial. Hal tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat mengukuhkan Dewan Pendidikan Kabupaten Lumajang Masa Bakti 2026–2030 di Gedung PKK Lumajang, Selasa (7/4/2026)
Dalam momentum tersebut, Bunda Indah menekankan bahwa kualitas pendidikan hanya dapat ditingkatkan melalui kolaborasi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, hingga masyarakat harus bergerak dalam satu irama untuk mencapai tujuan bersama.
Menurutnya, pendekatan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri tidak lagi relevan dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini. Diperlukan sinergi yang terbangun secara kuat agar setiap kebijakan, program, dan implementasi di lapangan saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.
“Penguatan mutu pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada kolaborasi yang solid antara pemerintah, Dewan Pendidikan, guru, dan masyarakat. Di situlah letak kekuatan kita untuk mendorong perubahan yang nyata,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemerintah memiliki peran dalam merumuskan kebijakan dan menyediakan dukungan anggaran serta infrastruktur. Namun, tanpa dukungan Dewan Pendidikan sebagai mitra strategis, kebijakan tersebut berpotensi kehilangan sensitivitas terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Di sisi lain, tenaga pendidik menjadi ujung tombak dalam proses pembelajaran. Kualitas interaksi di ruang kelas, metode pengajaran, serta kemampuan adaptasi guru terhadap perkembangan zaman sangat menentukan hasil pendidikan itu sendiri.
Sementara itu, masyarakat memegang peran penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif. Dukungan orang tua, lingkungan sosial, hingga partisipasi komunitas menjadi faktor yang memperkuat keberhasilan proses pendidikan secara menyeluruh.
Bunda Indah menilai, Dewan Pendidikan harus mampu menjadi penghubung yang efektif di antara seluruh elemen tersebut. Tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai kepentingan menjadi rekomendasi kebijakan yang implementatif.
“Dewan Pendidikan harus hadir sebagai jembatan. Menghubungkan suara masyarakat dengan kebijakan pemerintah, sekaligus memastikan kualitas pendidikan terus terjaga melalui fungsi pengawasan yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun budaya kolaboratif yang berkelanjutan, bukan hanya bersifat insidental. Sinergi harus dirawat melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang intensif, serta komitmen bersama dalam setiap tahapan pembangunan pendidikan.
Lebih jauh, Bunda Indah mengingatkan bahwa tantangan pendidikan ke depan akan semakin kompleks, mulai dari tuntutan kualitas sumber daya manusia hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kondisi ini menuntut respons yang tidak hanya cepat, tetapi juga terintegrasi.
Melalui pengukuhan Dewan Pendidikan Masa Bakti 2026–2030, ia berharap terbangun orkestrasi peran yang lebih kuat dan terarah. Setiap elemen diharapkan memahami perannya masing-masing, namun tetap bergerak dalam satu tujuan besar.
“Ketika semua pihak berjalan bersama, tidak ada ruang bagi kesenjangan. Pendidikan akan menjadi lebih inklusif, lebih berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan,” tambahnya.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa pembangunan pendidikan di Lumajang diarahkan pada pendekatan kolaboratif. Bukan hanya mengejar capaian administratif, tetapi memastikan kualitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah, Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat, Lumajang optimistis mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan berdaya saing.
Di titik inilah, pendidikan tidak lagi menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran kolektif untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Reporter: alief
