-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ketua Yayasan Tegaskan Totalitas dan Loyalitas Guru, MAPTIA Perkuat Komitmen Menuju Madrasah Unggul

Wednesday, 22 July 2026 | 20:46 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-22T13:46:09Z

 


R-SEMERU.COM I Kraksaan – Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat pembenahan dan penguatan budaya kerja, Yayasan Pendidikan Islam Al-Kautsar menggelar Rapat Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Guru MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar (MAPTIA) yang berlangsung di Ruang Auditorium Yayasan, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Rabu, 22/07/2026.


Rapat yang dihadiri oleh Ketua Yayasan, Wakil Ketua Yayasan, Kepala Madrasah, seluruh guru struktural, wali kelas, guru mata pelajaran, serta tenaga kependidikan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan pada tahun ajaran yang baru.


Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ustadzah Nurul Himmah, M.Pd. selaku pembawa acara, yang mengajak seluruh peserta membuka majelis dengan membaca Surah Al-Fatihah, memohon keberkahan dan petunjuk Allah SWT agar setiap keputusan yang lahir dalam forum tersebut membawa kemaslahatan bagi lembaga, guru, dan seluruh peserta didik.


Membangun Madrasah Adalah Tanggung Jawab Bersama


Mengawali sesi pembinaan, Kepala Madrasah, Ustadz Shaleh, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan laporan evaluasi kinerja dewan guru kepada Ketua Yayasan sekaligus memberikan sambutan yang sarat makna.



Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa membangun madrasah bukanlah tugas seorang kepala madrasah semata, melainkan amanah kolektif yang harus dipikul oleh seluruh keluarga besar MAPTIA.


"Tidak ada madrasah hebat yang dibangun oleh satu orang. Madrasah besar lahir dari hati-hati yang bersatu, pikiran yang saling menguatkan, dan langkah yang berjalan dalam irama yang sama. Karena itu, mari kita rapatkan barisan, hilangkan sekat-sekat yang menghambat, perkuat komunikasi, bangun budaya saling mendukung, dan jadikan kekompakan sebagai kekuatan utama kita dalam membawa MAPTIA semakin maju dan dipercaya masyarakat," ungkap beliau.


Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan lembaga tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari kekompakan tim, disiplin kerja, pelayanan yang tulus, serta kesediaan seluruh guru untuk terus belajar dan berbenah menghadapi tantangan pendidikan yang semakin dinamis.


Laporan Menjadi Cermin Perbaikan Bersama


Selanjutnya, forum diisi dengan penyampaian laporan dari seluruh unsur struktural madrasah, mulai dari Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Operator Madrasah/Tata Usaha, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Bendahara, Wali Kelas, hingga perwakilan guru mata pelajaran.


Setiap laporan disampaikan secara terbuka, objektif, dan konstruktif, memotret berbagai capaian, tantangan, serta kebutuhan yang dihadapi selama menjalankan tugas masing-masing.


Forum ini tidak menjadi ruang untuk saling menyalahkan, melainkan wadah membangun budaya evaluasi yang sehat. Berbagai masukan, kritik, dan usulan diterima sebagai energi positif untuk memperbaiki sistem kerja, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang lebih profesional dan berorientasi pada kemajuan peserta didik.


"Loyalitas Tidak Cukup Diucapkan, Tetapi Harus Dibuktikan"


Memasuki acara inti, Wakil Ketua Yayasan, Gus Hamim Wajdi, S.T., M.M., menyampaikan pembinaan yang lugas, tegas, sekaligus membangkitkan semangat seluruh dewan guru.


Beliau menegaskan bahwa MAPTIA membutuhkan guru-guru yang memiliki totalitas, profesionalitas, dan loyalitas terhadap lembaga.


"Kalau Anda mengaku loyal kepada lembaga, maka buktikan dengan karya, disiplin, dan pengabdian. Loyalitas bukan sekadar ucapan, tetapi terlihat dari sikap, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam bekerja. Jika Anda profesional, maka Yayasan pun akan bersikap profesional. Namun apabila seseorang tidak memiliki komitmen untuk bekerja secara profesional, mohon maaf, mungkin Al-Kautsar bukan tempat yang tepat baginya."


Beliau juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan dedikasi Kepala Madrasah sebagai inspirasi.


"Panjenengan semua telah melihat sendiri bagaimana Kepala Madrasah bekerja dengan penuh semangat, hampir tanpa mengenal lelah. Jangan sampai beliau berjuang sendirian, sementara yang lain hanya menjadi penonton. Saatnya kita berdiri sejajar, saling menguatkan, dan bergerak bersama sebagai satu tim."


Menanggapi berbagai laporan dan aspirasi yang telah disampaikan sebelumnya, Gus Hamim mengungkapkan bahwa Yayasan akan segera menerapkan Kontrak Kerja Guru MAPTIA.


Beliau menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah bentuk pembatasan atau pengekangan terhadap guru, melainkan sebagai instrumen untuk membangun budaya kerja yang lebih profesional, transparan, dan terukur.


"Kontrak kerja bukan untuk membatasi ruang gerak guru, tetapi menjadi komitmen bersama agar hak dan kewajiban berjalan seimbang. Dengan demikian, Yayasan memiliki dasar yang jelas dalam melakukan pembinaan, pendampingan, sekaligus evaluasi secara objektif. Semua ini dilakukan semata-mata demi kemajuan MAPTIA."


Ketua Yayasan Ajak Seluruh Guru Bermuhasabah dan Bangun Tim yang Kokoh


Suasana rapat semakin menyentuh ketika Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Kautsar, Nyai Hj. Mahtumah, S.H., M.H.I., menyampaikan pencerahan sekaligus evaluasi dengan penuh ketulusan.


Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum tersebut sebagai momentum muhasabah, bukan sekadar mengevaluasi orang lain, tetapi juga berani mengevaluasi diri sendiri.


"Mari kita sama-sama berintrospeksi. Tidak ada manusia yang sempurna. Saya sendiri menyadari masih memiliki banyak kekurangan. Salah satunya, karena faktor kesehatan, saya tidak bisa sesering dahulu memantau aktivitas di lantai dua. Atas segala keterbatasan itu, saya memohon maaf kepada seluruh keluarga besar MAPTIA."


Dengan penuh keterbukaan, beliau mengakui bahwa berbagai laporan yang disampaikan para guru memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi nyata di lapangan.


Beliau menegaskan bahwa forum evaluasi seperti ini harus terus dijadikan budaya organisasi agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah, komunikasi, dan semangat kekeluargaan.


"Apa yang disampaikan Kepala Madrasah benar adanya. Lembaga hanya akan menjadi kuat apabila seluruh unsur bergerak sebagai satu tim yang solid. Kekuatan MAPTIA bukan terletak pada individu, tetapi pada kebersamaan kita dalam menjaga amanah pendidikan."


Beliau juga memberikan penegasan yang menumbuhkan optimisme seluruh peserta rapat.


"Apa pun yang menjadi kebutuhan dan keluhan dewan guru selama itu untuk kemajuan lembaga, insya Allah Yayasan siap memfasilitasi semampu kami. Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap setiap program positif yang dijalankan MAPTIA. Kemajuan madrasah adalah kebahagiaan kita bersama, dan keberhasilan guru adalah keberhasilan Yayasan."


Pernyataan tersebut disambut dengan penuh antusias sebagai bentuk hadirnya sinergi yang semakin erat antara Yayasan dan seluruh tenaga pendidik.


Menutup Ikhtiar dengan Doa


Setelah seluruh rangkaian pembinaan dan evaluasi selesai dilaksanakan, rapat ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan.


Dalam suasana penuh kekhusyukan, seluruh peserta menengadahkan tangan, memohon kepada Allah SWT agar setiap keputusan yang telah dihasilkan menjadi jalan terbaik bagi kemajuan lembaga. Doa dipanjatkan agar seluruh guru diberikan kesehatan, keikhlasan, kekuatan, serta istiqamah dalam mengemban amanah mendidik generasi penerus bangsa.


Rapat pembinaan dan evaluasi ini bukan sekadar forum administratif, tetapi menjadi titik tolak lahirnya semangat baru, komitmen baru, dan budaya kerja baru yang berlandaskan profesionalisme, loyalitas, ukhuwah, dan nilai-nilai keislaman.


Dengan kebersamaan yang semakin kokoh, kepemimpinan yang visioner, serta dukungan penuh dari Yayasan, MA Plus Taruna Islam Al-Kautsar optimis melangkah menatap Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum untuk menghadirkan pendidikan yang lebih bermutu, melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, unggul dalam prestasi, dan siap menjadi cahaya bagi agama, bangsa, dan masyarakat.


Reporter : SS Kontributor : Notulis Rapat

Editor : Kabiro Kab/kita Probolinggo

×
Berita Terbaru Update