-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aliansi BEM Lumajang Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Gucialit

Wednesday, 21 October 2026 | 13:36 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-21T06:36:21Z

 


LUMAJANG, R_SEMERU.COM | Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Lumajang bersama kepolisian dan pemerintah desa menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Dusun Sido Makmur, Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).


Bantuan air bersih tersebut disalurkan ke dua titik, yakni RT 01 dan RT 03 RW 01 Desa Gucialit. Sebanyak kurang lebih 150 kepala keluarga (KK) menjadi penerima manfaat dalam kegiatan sosial tersebut.


Kapolsek Gucialit AKP I Gusti Ngurah Bagus Puspanadi mengatakan, pengamanan dan pendampingan dilakukan untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.


Menurut dia, kolaborasi antara mahasiswa, kepolisian, dan pemerintah desa menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami juga mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang turut membantu memenuhi kebutuhan dasar warga," ujarnya.


Penyaluran bantuan dipimpin Koordinator Daerah Aliansi BEM Lumajang, M. Lutfi Zainur Rizal, bersama 15 perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi BEM Lumajang.


Perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Universitas Lumajang, Akademi Komunitas Negeri Lumajang, STIS Miftahul Ulum, Akademi Keperawatan Lumajang, STIH Jenderal Sudirman Lumajang, STIE Widya Gama Lumajang, STKIP Muhammadiyah Lumajang, STKIP PGRI Lumajang, IAI Syarifuddin Lumajang, dan STAI Bustanul Ulum Lumajang.


Rombongan menuju lokasi penyaluran sekitar pukul 09.50 WIB dengan membawa bantuan air bersih menggunakan dua kendaraan. Satu unit mobil dinas Isuzu D-Max dari Samapta mengangkut toren berkapasitas 1.200 liter, sedangkan satu unit truk bernomor polisi N 9563 UZ membawa dua toren dengan total kapasitas 4.800 liter.


Dengan demikian, total kapasitas air bersih yang dibawa dalam kegiatan tersebut mencapai 6.000 liter.


Bantuan diberikan secara gratis kepada warga yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.


Krisis air bersih di wilayah Kecamatan Gucialit dilaporkan telah berlangsung dalam tiga bulan terakhir. Sejumlah desa yang terdampak meliputi Gucialit, Wonokerto, Kertowono, Dadapan, Pakel, Tunjung, dan Sombo.


Menyikapi kondisi tersebut, Kapolsek Gucialit berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama berbagai pihak.


"Penanganan kekeringan membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin agar masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan bantuan air bersih," katanya.


Melalui kegiatan tersebut, Aliansi BEM Lumajang bersama kepolisian dan pemerintah desa berupaya memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau.



Reporter: yanuar

×
Berita Terbaru Update