PROBOLINGGO, R_SEMERU.COM | Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2027 mulai memasuki babak krusial. DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi, Senin (5/10/2026).
Rapat di Ruang Sidang Utama DPRD tersebut dipimpin Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha Kusumawardani, didampingi Wakil Ketua I H. Abdul Mujib dan Wakil Ketua II Santi Wilujeng Prastyani. Hadir Wali Kota dr. Aminuddin, Wawali Hj. Ina Dwi Lestari, Sekda Budiono Wirawan, jajaran OPD dan seluruh camat.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengungkapkan, total rencana APBD 2027 telah fix sebesar *Rp1,022 Triliun*. Pembahasan detail bersama dewan akan dimulai 13 Oktober 2026.
"Rencana anggaran kita tahun 2027 itu sebesar Rp1,022 triliun. Ini sudah fix, tinggal nanti pembahasan yang akan dimulai tanggal 13," ujar dr. Aminuddin.
Ia mengakui ada penurunan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp13 miliar, namun pihaknya optimis tertutupi oleh potensi pendapatan baru sekitar Rp41 miliar.
"Memang ada penurunan TKD sebesar Rp13 miliar, tapi kita tidak usah khawatir karena ada potensi sekitar Rp41 miliar," jelasnya.
Dua sektor menjadi andalan untuk mendongkrak PAD. *Pertama, sektor parkir insidentil* yang mulai 2027 wajib non-tunai. Deklarasi sudah dilakukan saat Hari Perhubungan. Potensinya ditaksir naik Rp2-3 miliar.
"Parkir, kita mulai 2027 itu khususnya parkir yang insidentil sudah non tunai. Ini potensinya bisa naik Rp2 sampai Rp3 miliar," ungkapnya.
Kedua, sektor BPHTB dari penyelesaian batas wilayah utara Kota Probolinggo seluas hampir 60 hektare yang selama ini bermasalah koordinatnya.
"Potensi ini hampir 60 hektare. Saya yakin di atas Rp40 miliar. Dengan potensi itu saja nanti sudah tercapai PAD, belum yang lain-lain," tegasnya.
Tak hanya pendapatan, Wali Kota juga memberi perhatian pada sektor keagamaan. Anggaran insentif untuk guru TPQ dan Madin dipastikan naik dari Rp250 juta menjadi *Rp400 juta di 2027, dan ditargetkan menjadi Rp500 juta pada 2028.
"Untuk TPQ sama Madin, rencana 2027 ini kita naikkan menjadi Rp400 juta. Kemudian 2028 kita naikkan lagi menjadi Rp500 juta. Insyaallah kita naikkan terus, tapi memang bertahap," pungkas dr. Aminuddin.
Sementara itu, pemandangan umum fraksi-fraksi menjadi bahan krusial sebelum APBD 2027 ditetapkan. Diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang realistis dan menjawab kebutuhan pembangunan Kota Probolinggo.
Reporter: Agus
Editor : R_Semeru

