JEMBER, R_SEMERU.COM | Kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 resmi diumumkan. Ketua Umum PBNU terpilih, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menetapkan jajaran pengurus berjumlah 210 orang yang mencakup unsur Syuriyah dan Tanfidziyah pada Rabu, 30 September 2026.
Penetapan struktur baru ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam mengawal agenda keumatan dan kebangsaan lima tahun ke depan.
Dalam struktur Tanfidziyah, posisi strategis Bendahara Umum dipercayakan kepada Prof. Dr. H. Ainun Na’im. Ia didampingi tujuh jajaran Bendahara yakni Dr. H. Agus Rofiudin, Kawendra Lukistian, S.E.,M.Sn, dr. H. Dimas Wibowo, Dr. H. Faisal Ali Hasyim, Dr. H. Rahmat Hidayat, Aris Ariyanto, serta TGH. Ibnu Halil.
Amanah tersebut diharapkan menjadi penguat tata kelola organisasi, khususnya dalam mendukung transparansi keuangan dan pelaksanaan berbagai program prioritas PBNU selama masa khidmah 2026–2031.
*Harapan Kader Daerah*
Terbentuknya kepengurusan baru ini memunculkan optimisme dari kader NU di daerah. Harapan besar dititipkan agar struktur baru mampu memberikan kemajuan nyata bagi Nahdlatul Ulama ke depan.
Eka Andriani, anggota Fatayat NU asal Bangsalsari, Jember, yang juga aktivis pegiat kebugaran, menilai momentum ini harus menjadi titik balik kemajuan NU hingga tingkat ranting.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Kawendra Lukistian, S.,M.Sn, yang mendapatkan amanah sebagai Bendahara PBNU.
"Selamat kepada Bapak Kawendra Lukistian, S.E, M.Sn. atas amanah baru sebagai Bendahara PBNU masa khidmah 2026–2031. Semoga amanah, profesional, dan senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan pengabdian untuk kemaslahatan umat," ujar Eka.
Dengan lengkapnya kepengurusan, PBNU di bawah kepemimpinan Gus Kikin diharapkan semakin solid dalam memperkuat dakwah rahmatan lil alamin, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Reporter: Aries
Editor : Redaksi

