-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pesan Berani Dudung ke Listyo Sigit di Istana: Ciri Pemimpin Itu Berani Ambil Keputusan, Salah Masih Lebih Baik dari Ragu!

Tuesday, 6 October 2026 | 18:07 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-06T11:07:46Z

 


JAKARTA, R_SEMERU.COM | Momen penting terjadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menitipkan pesan keras namun bermakna kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kini resmi menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).


Pesan itu disampaikan langsung saat prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala KSP di Istana, Senin (5/10/2026).


Dalam prosesi tersebut, Dudung secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan KSP kepada Listyo Sigit yang baru ditunjuk Presiden Prabowo Subianto.


Di hadapan para tamu undangan Istana, Dudung menegaskan satu karakter utama yang wajib dimiliki seorang pemimpin: keberanian mengambil keputusan.


"Jadi memang, Pak Sigit. Ciri pemimpin itu satu, Pak. Berani ngambil keputusan," ujar Dudung dengan tegas.


Menurut Dudung, dalam birokrasi pemerintahan, sikap ragu-ragu justru lebih berbahaya daripada keputusan yang keliru. Keputusan yang salah masih bisa diperbaiki, sementara keraguan membuat program negara mandek.


"Kalau keputusan itu benar, berarti bagus. Kalau salah, masih bagus, daripada tidak berani mengambil keputusan," tegas mantan KSAD itu.



Pengalaman 6 Bulan Pimpin KSP


Pesan tersebut bukan tanpa dasar. Dudung berbicara berdasarkan pengalamannya selama sekitar enam bulan memimpin KSP sejak dilantik 28 April 2026.


Ia mencontohkan pengalamannya menghadapi berbelitnya prosedur lintas kementerian soal perizinan eksplorasi sumur gas. Jika dibiarkan, potensi sumber daya negara bisa terhambat bertahun-tahun.


"Saya langsung panggil, udah ini diakhiri, putuskan, kita tanda tangan, kita buat kesepakatan. Kalau membuat aturan itu lama, lama. Ini pun sudah terhambat lama," jelas Dudung.


Pengalaman itu selaras dengan fungsi utama KSP. Berdasarkan mandatnya, KSP bertugas membantu Presiden dan Wapres dalam pengendalian program prioritas nasional, komunikasi politik, pengelolaan isu strategis, serta memantau dan mengevaluasi hambatan implementasi di lapangan.


Karena itu, Dudung meminta Listyo Sigit untuk mengawal penuh program prioritas Presiden Prabowo dan menjadi pemecah kebuntuan antar kementerian/lembaga.


Reshuffle Strategis 1 Oktober: Dudung ke Menko Polkam, Sigit Tinggalkan Polri


Sertijab ini merupakan bagian dari reshuffle besar yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026.


Pada tanggal tersebut, Prabowo resmi melantik Dudung Abdurachman sebagai Menko Polkam. Sementara Listyo Sigit diberhentikan dari jabatan Kapolri dan dipercaya memimpin KSP.


Kursi Kapolri kini diisi Komjen Pol Suyudi Ario Seto yang dilantik berdasarkan Keppres Nomor 96/POLRI Tahun 2026. Suyudi sebelumnya adalah Kepala BNN.


Dengan demikian, sertijab Senin kemarin menandai babak baru: Dudung mendapat mandat besar mengoordinasikan politik dan keamanan nasional, sementara Listyo Sigit beralih dari seragam Bhayangkara ke Istana untuk mengawal langsung agenda prioritas Presiden.


Reporter: HP

Editor     : Tim Redaksi R_SEMERU.COM

×
Berita Terbaru Update