JEMBER, R_SEMERU.COM | Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diwarnai-warni karnaval budaya dan berubah menjadi lautan keceriaan pada Hari Sabtu (10/10/2026). Suasana cerah dan penuh semangat menyelimuti seluruh desa sejak siang hari.
Pemerintah Desa Paleran dibawah kepemimpinan Kepala Desa Bapak Gunawan bersama seluruh lembaga pendidikan SD, SMP, SMA dan masyarakat umum se-Kecamatan Umbulsari sukses menggelar Karnaval Budaya yang sangat meriah.
Kegiatan ini menjadi wadah kreativitas sekaligus ikhtiar nyata melestarikan warisan budaya di tengah gempuran modernisasi. Yang membuat karnaval tahun ini berbeda dan spektakuler adalah kehadiran sebanyak 30 Sound Horeg yang ikut mengiringi peserta, membuat Desa Paleran semakin meriah dan bergemuruh.
Karnaval Dimulai Pukul 3 Sore
Karnaval dimulai pukul 15.00 WIB. Start dari titik awal desa, menyusuri jalan utama Desa Paleran hingga finish di depan Kantor Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari.
Ratusan peserta dari SD, SMP, SMA tampil bersama gebyar sound horeg. Mereka tampil dengan kostum beragam yang memukau mata: mulai dari budaya Jawa, Bali, Madura, pakaian adat daerah Nusantara, hingga kreasi budaya hasil karya sendiri yang sarat akan nilai kearifan lokal.
Peserta Tampil Penuh Kreativitas
Anak-anak SD menjadi bintang pembuka yang menggemaskan. Dengan kostum sederhana namun menarik, mereka menggambarkan tokoh budaya, hewan khas Nusantara, serta simbol-simbol kearifan lokal.
Sementara siswa-siswi SMP dan SMA tampil lebih berani, variatif dan energik. Mereka membawa atribut alat musik tradisional, menampilkan tarian daerah di tengah jalan, hingga membawa replika peninggalan budaya. Dentuman 30 sound horeg membuat mereka semakin semangat dan warga ikut berjoget di pinggir jalan.
Tak ketinggalan, seluruh perangkat Pemerintah Desa Paleran turut berbaris rapi dengan busana adat lengkap, diiringi tabuhan musik tradisional yang menambah suasana khidmat sekaligus meriah.
Pesan Kades Gunawan: Budaya Adalah Pemersatu
Kepala Desa Paleran, Gunawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah menanamkan cinta budaya kepada generasi muda sejak usia dini.
"Kami berharap melalui karnaval budaya ini, anak-anak tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan bangga akan warisan leluhur kita. Sinergi antara Pemdes, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman," ujar Kades Gunawan.
Kegiatan positif ini juga mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari Pemerintah Kecamatan Umbulsari, yang menilai inisiatif Desa Paleran sebagai langkah cerdas dalam melestarikan budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.
Antusiasme Warga Pecah
Sepanjang rute karnaval, warga Desa Paleran berbondong-bondong keluar rumah. Mereka bersorak, memberikan semangat kepada peserta, dan mengabadikan momen langka tersebut dengan gawai mereka. Banyak orang tua yang mengaku antusias dan berharap kegiatan serupa dapat dijadikan agenda rutin tahunan.
Dengan suksesnya karnaval yang dimeriahkan 30 sound horeg ini, Desa Paleran telah membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak harus mahal, namun butuh kebersamaan dan kemauan untuk menanamkan cinta budaya sejak dini.
Pewarta: Samsi / Juki
Editor : Tim Redaksi
